Selasa, 18 Januari 2011

MAKALAH

STRUKTUR DATA

(Layanan Broadband dan Jaringan Nirkabel)

D

I

S

U

S

U

N

OLEH:

Sri Indra Rahayu Kajar

Khusnaya Ahmad

Tirta Sri Wahyuni


 

TEKNIK INFORMATIKA

STMIK HANDAYANI MAKASSAR

Jaringan Nirkabel


 

PENDAHULUAN

Nirkabel (wireless) memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia di tempat kerja, di rumah dan di tempat-tempat umum.Jaringan nirkabel ini memungkinkan orang untuk dapat berkomunikasi serta mengakses berbagai komunikasi dan informasi tanpa kabel (nirkabel). Kondisi ini tentu saja memberikan kebebasan bergerak bagi penggunanya.


 

Sejalan dengan semakin tingginya kebudayaan manusia, maka kebutuhan terhadap perangkat telekomunikasi akan semakin komplek. Saat ini kebutuhan telekomunikasi tidak hanya terbatas pada komunikasi suara, melainkan juga sudah merambah kepada komunikasi data, gambar dan video. Komunikasi multimedia sudah menjadi keharusan dan hal ini dimungkinkan karena telah terjadi konvergensi beberapa layanan seperti data, suara, gambar dan video. Berbagai aplikasi layanan tersebut dimungkinkan karena adanya perkembangan yang terus menerus dalam teknologi telekomunikasi. Apabila semula, komunikasi dipancarkan dengan teknologi yang bersifat narrowband, yaitu jalur pita sempit dengan kemampuan rendah (baik transfer datanya maupun jumlah kanal yang dibawa), maka sekarang telah menggunakan broadband, yaitu jalur pita lebar dengan kemampuan tinggi (transfer data lebih cepat dengan jumlah kanal lebih banyak). Hal ini sangat tepat diterapkan untuk komunikasi multimedia. Pada jaringan wireless, hal ini dikenal dengan Broadband Wireless Access (BWA), yaitu teknologi wireless yang mampu memberikan layanan data kecepatan tinggi dengan bandwidth yang terbatas. WiMAX (Wireless
Interoperability for Microwave Access) adalah salah satu teknologi Broadband
Wireless Access paling popular saat ini [3]. WiMAX ini menggunakan standar IEEE 802.16.


 

Banyak keunggulan yang ditawarkan WiMAX, seperti akses kecepatan tinggi (sampai 75 mbps) dan jarak jangkau sampai 30 mil pada kondisi NLOS, 32 – 134 mbps dan jarak jangkau 1-3 mil pada kondisi LOS. Keunggulan lainnya adalah WiMAX menawarkan QoS yang berbeda sesuai dengan aplikasi yang diinginkan user, seperti class UGS (VoIP), rtPS (streaming video atau audio), ertPS (VoIP dengan detection activity), nrtPS (file transfer protocol) dan BE (transfer data, web, browsing). Disamping itu, WiMAX juga memungkinkan diterapkannya algoritma penjadwalan guna mengantisipasi keterbatasan sumber daya radio yang ada. Dengan algoritma penjadwalan ini, efisiensi pemanfaatan sumberdaya radio dapat ditingkatkan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada user sesuai QoS yang diinginkan. Standard WiMAX tidak menetapkan algoritma penjadwalan tertentu, sehingga operator dapat menentukan sendiri algoritma penjadwalan yang dipakai, sesuai kebijakannya. Dalam penelitian ini akan dilakukan simulasi jaringan WIMAX menggunakan NS-2, dengan fokus utama pada kelas QoS rtPS dan menggunakan algoritma penjadwalan WRR dan TRS_RR. Adapun parameter kinerja yang akan dianalisa adalah throughput dan jitter.


 

KONSEP DASAR JARINGAN NIRKABEL

  1. Pengertian Jaringan Nirkabel


     

    Teknologi jaringan nirkabel sebenarnya terbentang luas mulai dari komunikasi suara sampai dengan jaringan data, yang mana membolehkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel pada suatu jarak tertentu. Ini termasuk teknologi infrared, frekuensi radio dan lain sebagainya. Peranti yang umumnya digunakan untuk jaringan nirkabel termasuk di dalamnya adalah komputer, komputer genggam, PDA, telepon seluler, tablet PC dan lain sebagainya. Teknologi nirkabel ini memiliki kegunaan yang sangat banyak. Contohnya, pengguna bergerak bisa menggunakan telepon seluler mereka untuk mengakses e-mail. Sementara itu para pelancong dengan laptopnya bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang di bandara, kafe, kereta api dan tempat publik lainnya. Di rumah, pengguna dapat terhubung ke desktop mereka (melalui bluetooth) untuk melakukan sinkronisasi dengan PDA-nya.


     

  2. Standarnisasi


     

    Untuk menekan biaya, memastikan interoperabilitas dan mempromosikan adopsi yang luas terhadap teknologi nirkabel ini, maka organisasi seperti Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), Internet Engineering Task Force (IETF), Wireless Ethernet Compatibility Alliance (WECA) dan International Telecommunication Union (ITU) telah berpartisipasi dalam berbagai macam upaya-upaya standarisasi. Sebagai contoh, kelompok kerja IEEE telah mendefinisikan bagaimana suatu informasi ditransfer dari satu peranti ke peranti lainnya (dengan menggunakan frekuensi radio atau infrared misalnya) dan bagaimana dan kapan suatu media transmisi sebaiknya digunakan untuk keperluan komunikasi. Ketika membangun standarisasi untuk jaringan nirkabel, organisasi seperti IEEE telah mengatasi pula masalah power management, bandwidth, security dan berbagai masalah unik yang ada pada dunia jaringan nirkabel.


     


 

SEJARAH JARINGAN NIRKABEL

WLAN diharapkan berlanjut menjadi sebuah bentuk penting dari sambungan di banyak area bisnis. Pasar diharapkan tumbuh sebagai manfaat dari WLAN diketahui. Frost & Sullivan mengestimasikan pasar WLAN akan menjadi 0,3 miiyar dollar AS dalam 1998 dan 1,6 milyar dollar di 2005. Sejauh ini WLAN sudah di-install in universitas-universitas, bandara-bandara, dan tempat umum besar lainnya. Penurunan biaya dari peralatan WLAN jugahas membawanya ke rumah-rumah. Namun, di Inggris UK biaya sangat tinggi dari penggunaan sambungan seperti itu di publik sejauh ini dibatasi untuk penggunaan di tempat tunggu kelas bisnis bandara, dll. Pasar masa depan yang luas diramalkan akan pulih, kantor perusahaan dan area pusat dari kota utama. Kota New York telah memulai sebuah pilot program untuk menyelimuti seluruh distrik kota dengan internet nirkabel.

Perangkat WLAN aslinya sangat mahal yang hanya digunakan untuk alternatif LAN kabel di tempat dimana pengkabelan sangat sulit dilakukan atau tidak memungkinkan. Seperti tempat yang sudah dilindungi lama atau ruang kelas, meskipun jarak tertutup dari 802.11b (tipikalnya 30 kaki.) batas dari itu menggunakan untuk gedung kecil. Komponen WLAN sangat cukup mudah untuk digunakan di rumah, dengan banyak di set-up sehingga satu PC (PC orang tua, misalnya) dapat digunakan untuk share sambungan internet dengan seluruh anggota keluarga (pada saat yang sama tetap kontrol akses berada di PC orang tua). Pengembangan utama meliputi solusi spesifik industri and protokol proprietary, tetapi pada akhirn 1990-an digantikan dengan standar, versi jenis utama dari IEEE 802.11 (Wi-Fi) (lihat artikel terpisah) dan HomeRF (2 Mbit/s, disarankan untuk rumah, antahberantahdi Inggris ). Sebuah alternatif ATM-seperti teknologi standar 5 GHz, HIPERLAN, sejauh ini tidak berhasil di pasaran, dan dengan dirilisnya yang lebih cepat 54 Mbit/s 802.11a (5 GHz) dan standar 802.11g (2.4 GHz), hampir pasti tidak mungkin.


 


 


 


 


 


 


 


 

LAYANAN JARINGAN NIRKABEL


 

  1. GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATION(GSM)


     

    GSM(global system for mobile communication) merupakan sebuah teknologi komnukasi selular yang bersifat digital. Teknologi GSM banyak diterapkan pada komunikasi bergerak, khususnya handphone. Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan pengiriman sinyal yang dibagi berdasarkan waktu, sehingga sinyal informasi yang dikrim akan sampai pada tujuan.

    GSM dijadikan standar global untuk komnikasi selular sekaligus sebagai teknologi selular yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia.


     

    1. SEJARAH GSM


       

      GSM merupakan teknologi digital untuk komunikasi mobile. Teknologi analog yang berkembang semakin tidak sesuai dengan perkembangan masyarakat Eropa yang semakin dinamis. Untuk mengatasi keterbatasn itu Negara-negara Eropa pada tahun 1982 membentuk sebuah organisasi yang bertujuan untuk menentukan standar komunikasi selular yang sapat digunakan di semua Negara Eropa. Organisasi ini dinamakan Group Special mobile (GSM). Organisasi ini memelopori munculnya teknologi digital selular yang kemudian dikenal dengan nama Global System for Mobile Communication atau GSM.


       

      GSM muncul pada pertengahan 1991 dan akhirnya dijadikan standar telekomunikasi selular untuk seluruh Eropa oleh ETSI ( European Telecomunication Standar Institute). Pengoperasian GSM secara komersial baru dapat dimulai pada awal kuartal terakhir 1992 karena GSM merupakan teknologi yang kompleks dan butuh pengkajian yang mendalam untuk bias dijadikan standar. Pada September 1992, standar tipe approval untuk handphone disepakati dengan mempertimbangkan dan memasukkan puluhan item pengujian dalam memproduksi GSM.


       

      Pada awal pengoperasiannya, GSM telah mengantisipasi perkembangan jumlah penggunanya yang sangat pesat dan arah pelayanan per area yang tinggi, sehingga arah perkembangan teknologi GSM adalah DCS(Digital Cellular System) pada alokasi frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut akan dicapai kapasitas pelanggan yang semakin besar per satuan sel. Selain itu, dengan luas sel yang semakin kecil maka akan dapat menurunkan kekuatan daya pancar handphone, sehingga bahaya radiasi yang timbul terhadap organ kepala dapat dikurangi.


       

      Pemakaian GSM kemudian meluas ke Asia dan Amerika, termasuk Indonesia. Indonesia awalnya menggunakan system telepon selular analog yang bernama AMPS(Advances Moble Phone System) dan NMT ( Nordic Mobile Telephone). Namun dengan hadir dan dijadikannya standar system komunikasi selular membuat system analog perlahan menghilang. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Eropa. Pengguna GSM pun semakin lama semakin bertambah. Pada akhir tahun 2005 pelanggan GSM di dunia telah mencapai 1,5 triliun. Akhirnya GSM tumbuh dan berkembang sebagai system telekomunikasi selular yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.


       


       

    2. SPESIFIKASI TEKNIS GSM


       

      Di Eropa pada awalnya GSM didesain untuk beroperasi pada frekuensi 900 Mhz. Pada frekuensi ini unutk frekunsi up-link-nya digunakan frekunsi 890-915 Mhz, sedangkan frekuensi downlink-nya menggunakan frekuensi 935-960 Mhz. Bandwith yang digunakan adalah 25 Mhz ( 915 – 80 = 960 – 35 = 25 Mhz ), dan lebar kanal sebesar 200 Khz. Dari keduanya maka didapatkan 125 kanal, di mana 124 kanal digunakan untuk suara dan satu kanal untuk sinyal. Pada perkembangannya, jumlah kanal 124 semakin tidak mencukupi dalam pemenuhan kebutuhan yang disebabkan pesatnya pertambahan jumlah pengguna.


       

      Untuk memenuhi kebutuhan kanal yang lebih banyak maka regulator GSM di Eropa mencoba menggunakan tambahan frekuensi untuk GSM pada band frekuensi di range 1800 Mhz dengan frekuensi 1710-1785 Mhz sebagai frekuensi up-link dan frekuensi 1805-1880 Mhz sebagai frekuensi downlink. GSM dengan frekuensi yang baru ini kemudian dikenal dengan sebutan GSM 1800, di mana tersedia bandwith sebesar 75 Mhz ( 1880 – 1805 = 1785 – 1710 = 75 Mhz). Dengan lebar kanal yang tetap sama, yaitu 200 Khz, pada saat GSM pada frekuensi 900 Mhz, maka pada GSM 1800 ini tersedia 375 kanal. Di Eropa, standar GSM kemudian juga digunakan untuk komunikasi railway, yang kemudian dikenal dengan nama GSM-R.


       

    3. ARSITEKTUR JARINGAN GSM


       

      Secara umum, elemen jaringan dalam arsitektur jaringan GSM dapat dibagi menjadi ;

      1. Mobile station ( MS); merupakan perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk melakukan pembicaraan. MS ini terdiri atas:
  • Mobile Equipment ( ME) atau handset, merupakan perangkat GSM yang berada di sisi pengguna atau pelanggan yang berfungsi sebagai terminal transceiver ( pengirim dan penerima sinyal ) untuk berkomunikasi dengan perangkat GSM lainnya.
  • Subscriber Identity Module ( SIM) atau SIM Card, merupakan kartu yang berisi seluruh informasi pelanggan dan beberapa informasi pelayana. ME tidak akan dapat digunakan tanpa SIM di dlamanya, kecuali untuk panggilan darurat.
  • IMMSI ( International Mobile Subscriber Identity ), merupakan penomoran pelanggan.
  • MSISDN ( Mobile Subscriber ISDN ), nomor yang merupakan nomor panggilan pelanggan.


 

  1. Base Station Sub-system ( BSS ), Base Transceiver Station ( BTS ), perangkat GSM yang berhubungan langsung dengan MS dan berfungsi sebagai pengirim dan penerima sinyal. Base Station Controller ( BSC ), perangkat yang mengontrol kerja

    BTS-BTS yang berada di bawahnya dan sebagai penghubung BTS dan MSC.


     

  2. Network Sub-System ( NSS ); yang terdiri atas;
  • Mobile Switching Center ( MSC ), merupakan sebuah pusat elemen jaringan dalam sebuah jaringan GSM. MSC sebagai inti dari jaringan selular, di mana MSC berperan untuk interkoneksi hubungan pembicaraan, baik antarselular maupun dengan jaringan kabel PTSN, ataupun dengan jaringan data.
  • Home Location Register ( HLR ), berfungsi sebagai sebuah database untuk menyimpan semua data dan informasi mengenai pelanggan agar tersimpan secara permanen.
  • Visitor Location Register ( VLR ), berfungsi untuk menyimpan data dan informasi pelanggan.
  • Authentication Center ( AuC), yang diperlukan untuk menyimpan semua data yang dibutuhkan untuk memeriksa keabsahaan pelanggan sehingga pembicaraan pelanggan yang tidak sah dapat dihindarkan.
  • Equipment Identity Registration ( EIR ), yang memuat data-data pelanggan.
  1. Operation and support System ( OSS ): merupakan subsistem jaringan GSM yang berfungsi sebagai pusat kendali, di antaranya manajemen kesalahan, manajemen konfigurasi, manajemen performansi dan manajemen inventori.

GSM, sebagai system telekomunikasi selular digital, memiliki keunggulan yang jauh lebih banyak disbanding system analog, di antaranya:

  • Kapasitas system lebih besar karena menggunakan teknologi dgital di mana sebuah kanal tidak hanya diperuntukkan bagi satu pengguna sehingga saat pengguna tidak mengirimkan informasi maka kanal itu dapat digunakan oleh pengguna lain.
  • Sifatnya sebagai standar Internasional memungkinkan roaming internasional.
  • Teknologi digital tidak hanya mengantarkan suara, tetapi juga memungkinkan layanan lain seperti teks, gambar, dan video.
  • Keamanan system yang lebih baik.
  • Kualitas suara lebih jernih dan peka.

Keunggulan GSM yang beragam membuatnya menjadi system telekomunikasi selulat terbesar penggunanya di deluruh dunia.


 

  1. CDMA ( CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS )


     

    Masalah yang dihadapi komunkasi selular adalah semakin banyaknya jumlah pengguna, yang selalu bertambah setiap hari. Pertambahan ini tentu tidak bisa dilayani karena pita frekuensi yang terbatas. Untuk mengatsi masalah ini harus dicari cara untuk meningkatkan kapasitas layanan tanpa harus mengurangi kualitas pelayanan secara berlebihan.


     

    System selular sekarang ini menggunakan kanal dengan pita 30 Khz untuk setiap kanalnya. Sistem ini dikenal sebagai system FDMA ( Frequency Division Multiple Access ). Untuk memaksimalkan kapasitas, sisitem selular FDMA menggunakan antena berarah dan system re-use frekuensi yang rumit.


     

    Untuk meningkatkan kapasitas maka digunakan system akses jamak digital yang disebut TDMA ( Time Division Multiple Access ). Sistem ini menggunakan kanal dan frekuensi guna ulang yang sama dengan FDMA dengan tambahan elemen time sharing. Setiap kanal dipakai bersama oleh beberapa pengguna menurut slot waktu masing-masing.


     

    Sedangkan CDMA ( Code Division Multiple Access ) merupakan teknik akses jamak berdasarkan teknik komunikasi spektrum sebar pada kanal frekuensi dan waktu yang sama digunakan kode-kode yang unik untuk mengidentifikasikan masing-masing pengguna.


     

    CDMA menggunkan kode korelatif untuk membedakan satu pengguna dengan yang lain. Sinyal CDMA pada penerima dipisahkan dengan menggunakan sebuah korelator yang hanya melakukan proses pengumpulan spektrum pada sinyal yang sesuai. Sinyal lain yang kodenya tidak cocok, tidak dikumpulkan dengan akibat sinyal tersebut hanya menjadi interferensi noise.


     


     

    1. MASALAH CDMA DALAM KOMUNIKASI SELULAR


       

      Masalah penerapan CDMA dalam komunikasi selular di antaranya adalah;

      1. Near-far. Masalah ini terjadi karena semua sinyal dipancarkan pada pite frekuensi yang sama dan dalam waktu yang bersamaan sehingga daya dari mobile station yang lebih kuat akan menutupi daya dari mobile station yang lebih lemah. Masalah ini dapat diatasi dengan penggunaan control daya dinamis untuk menyamakan tingkat sinyal yang diterima. Jadi untuk system selular CDMA, daya pancar mobile station harus dapat dikontrol. Apabila semua sinyal tiba dengan level daya yang sama maka akan diperoleh kapasitas system maksimum untuk perbandingan sinyal terhadap interferensi tertentu.


         

      2. Multipath Fading. Pada umumnya sinyal yang sampai ke antena penerima mobile station tidak hanya berasal dari sinyal lintasan langsung tetapi juga dari lintasasn pantul. Jadi sinyal yang sampai merupakan hasil penjumlahan dari banyak sinyal. Karena panjang setiap lintasan tidak sama maka masing-masing sinyal mengalami penundaan yang berbeda sehingga informasi akan mengalami delay spread. Efek lain dari multipath adalah akibat dari pergerakan mobile station yang menyebabkan frekuensi sinyal terima bergeser dari frekuensi asal. Besarnya pergeseran nilai frekuensi ini merupakan fungsi dari arah gerak dan kecepatan mobile station.


 

  1. Rake receiver untuk peningkatan performansi. Dengan adanya multipath maka akan diperoleh tanbahan noise pada system apabila delay spread lebih besar dari waktu chip. Peningkatan performansi dapat dilakukan apabila lintasan-linyasn yang tiba pada penerima dapat dideteksi secara terpisah dan kemudian digabungkan secara koheren. Penerima seperti ini disebut sebagai rake receiver.


 


 


 

  1. KEUNTUNGAN CDMA

    Teknologo CDMA memiliki berbagai keuntungan jika diaplikasikan dalam system seluler. Keuntungan tersebut antara lain:

    1. Multi-diversitas : Hanya membutuhkan satu radio untuk beberapa sektor/sel. Deversitas adalah usaha untuk mengurangi fading. Ada tiga tipe diversitas yang sering digunakan, yaitu :
      1. Diversitas waktu : dapat dilakukan dengan jalan interleaving dan koreksi kesalahan.
      2. Diversitas frekuensi : dapat dilakukan dengan spectrum tersebar pada pita frekuensi yang jauh lebih besar.
      3. Diversitas ruang : dapat diperoleh dari tiga cara, di antaranya adalah :
  • Multiple sinyal dari dua atau lebih daerah sel ( soft handoff ).
  • Dengan menggunakan rake receiver yang memungkinkan sinyal yang tiba dengan delay propagasi yang berbeda dapat diterima secara terpisah untuk kemudian digabungkan.
  • Multiple antenna pada daerah sel.
  1. Daya pancar yang rendah : yang menyebabkan berkurangnya biaya dan memungkinkan mobile station dengan daya rendah beroperasi pada jarak yang lebih jauh disbanding pada analog atau TDMA dengan level daya yang sama. Hal ini juga meningkatkan kemampuan pencakupan sel yang juga berarti pengurangan jumlah sel yang dibutuhkan untuk mencakup wilayah tertentu.
  2. Keamanan : memiliki proteksi dari proses penyadapan, karena system CDMA kebal terhadap cross-talk. Akan membutuhkan semua computer yang pernah dibuat oleh manusia di atas bumi untuk memecahkan kode dari satu setengah percakapan dalam system CDMA.
  3. Soft Handoff atau soft handover adalah salah satu inovasi mobilitas yang mungkin dilakukan dengan teknologi CDMA. Hal ini berkaitan dengan teknik atau pemindahan dari satu sel ke sel yang lain tanpa memutuskan hubungan radio. Di dalam teknologi TDMA dan system analog, setiap pancaran sel pada frekuensinya sendiri, berbeda dengan sel-sel tetangganya. Jika sebuah perangkat bergerak telah mencapai batas sel yang melayani panggilan sekarang maka dapat dipastikan akan memutus hubungan radio dan harus secepatnya menyesuaikan dengan salah satu frekuensi sel tetangganya di mana panggilan telah dipindahkan oleh jaringan dikarenakan perpindahan lokasi dari peralatan bergerak tersebut. Jika peralatan bergerak tersebut tidak dapat menyesuaikan dengan frekuensi barunya dalam sekejap maka panggilan akan diputus.

    Di dalam system CDMA, pada satu set tetangganya, semua menggunakan frekuensi yang sama untuk transmisi dan sel yang berbeda ( atau base station ) dalam arti adalah sebuah nomor yang disebut PN offset. Di saat time offset, dari permulaan sekuen noise pseudorandom yang diketahui dimana digunakan untuk menyebarkan sinyal dari stasiun basis. Karena semua sel berada pada satu frekuensi, mendengarkan BTS yang berbeda sekarang menjadi tantangan dalam pemrosesan sinyal digital berbasis offset dari sekuen PN, bukan transmisi RF dan berdasarkan penerimaan pada frekuensi terpisah. Apabila handphone CDMA menjelajah melalui jaringan, ia mengenali offset PN dari sel bertetangga dan melaporkan setiap kekuatan setiap sinyal kembali ke sel acuan dari hubungan percakapan ( biasanya sel yang terkuat ). Jika sinyal dari sebuah sel bertetangga cukup kuat, perangkat bergerak tersebut akan dihubungakn langsung pada add a leg-call-nya dan mulai mentransmisikan dan menerima ke dan dari sel baru dalam arti ke sel ( atau sel-sel ) panggilan yang baru saja yang digunakan.

    Begitu juga jika sebuah sinyal sel melemah maka handset akan secara langsung diputus hubungannya. Dengan hasil ini handset dapat bergerak dari sel ke sel dan menambang dan membuang jika perlu dengan tujuan untuk menjaga panggilan tanpa memutuskan hubungan. Dalam praktiknya ada batasan-batasan frekuensi, sering antara sinyal pembawa yang berbeda atau subjaringan. Pada keadaan ini handset CDMA akan menggunakan jalan yang sama seperti dalam TDMA atau analog dan melakukan perpindahan yang ektrem dimana hal ini akan memutus hubungan dan mencoba mengambil frekuensi baru di mana ia baru saja mati.

  4. Kapasitas : Pada pengulangan frekuensi seluler, interferensi dapat diterima dengan tujuan meningkatkan kapasitas. Sifat CDMA yang lebih memberikan toleransi pada interferensi membuat pengulangan frekuensi dapat dilakukan secara efektif.
  5. Deteksi Aktivitas Suara : Pada komunikasi full duplex dua arah, aktivitas percakapan biasanya hanya sekitar 40%. Sisa waktu lainnya dapat dipakai untuk mendengar.
  6. Peningkatan kapasitas dengan sektorasi : pada FDMA dan TDMA, sektorasi dilakukan untuk mengurangi interferensi. Sebagai akibatnya, efisiensi pengemasan dari kanal yang dibagi pada setiap sector jadi menurun. Pada CDMA, sektorisasi digunakan untuk meningkatkan kapasitas. Dengan membagi sel menjadi tiga sector maka diperoleh kapasitas hamper tiga kalinya.
  7. Soft Capasity. Pada system seluler sekarang, spectrum yang ada dibagi-bagi oleh sel. Misalnya, pada system FM analog, tiga sector maksimum berisi 57 kanal. Apabila permintaan akan pelayanan meningkat, pemanggil 58 harus diberi sinyal sibuk. Tidak ada cara yang dilakukan untuk menambah satu sinyalpun saat semua kanal terpakai.pada system CDMA, hubungan antara jumlah pengguna dengan tingkat layanan tidak begitu tajam. Sebagai contoh,operator dari system dapat mengizinkan meningkatnya kecepatan bit kesalahansampai batas tertentu yang dengan demikian terjadi peningkatan jumlah pelanggan yang dapat dilayani selama jam tersibuk. Kemampuan ini sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya pemutusan pembicaraan pada proses hand-off, karena kurangnya kanal. Pada CDMA panggilan tetap dapat dilayani dengan peningkatan kecepatan bit kesalahan yang masih dapat diterima sampai panggilan lain berakhir.


 

KESIMPULAN

Teknologi jaringan nirkabel sebenarnya terbentang luas mulai dari komunikasi suara sampai dengan jaringan data, yang mana membolehkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel pada suatu jarak tertentu. Ini termasuk teknologi infrared, frekuensi radio dan lain sebagainya. Peranti yang umumnya digunakan untuk jaringan nirkabel termasuk di dalamnya adalah komputer, komputer genggam, PDA, telepon seluler, tablet PC dan lain sebagainya. Teknologi nirkabel ini memiliki kegunaan yang sangat banyak. Contohnya, pengguna bergerak bisa menggunakan telepon seluler mereka untuk mengakses e-mail. Sementara itu para pelancong dengan laptopnya bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang di bandara, kafe, kereta api dan tempat publik lainnya. Di rumah, pengguna dapat terhubung ke desktop mereka (melalui bluetooth) untuk melakukan sinkronisasi dengan PDA-nya.


 

PENUTUP

Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan dalam penyusunan makalah ini tidak terlepas dari kesempurnaan ,maka saya selaku penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca.


 

DAFTAR PUSTAKA


 


 


 


 


 

Sabtu, 15 Januari 2011

LAYANAN BROADBAND

PENDAHULUAN

Teknologi broadband secara umum didefinisikan sebagai jaringan atau servis Internet yang memiliki kecepatan ransfer yang tinggi karena lebar jalur data yang besar.Meskipun jalur data yang disedakan untuk penggunanya sangat lebar, teknologi broadand biasanya membagi jalur lebar tersebut dengan pengguna sekitarnya.Namun jika tidak ada yang menggunakan, pengguna akan menggunakan sepenuhnya jalur lebar tersebut.

Teknologi broadband atau pita lebar merupakan salah satu teknologi media transminsi ang mendukung banyak frekuensi, mulai dari frekuensi suara hingga video.Teknologi bisa membawa banyak sinyal dengan membagi kapasitasnya (yang sangat besar) dalam beberapa kanal bandwith.setiap kanal beroperasi pada frekuensi yang spesifik.Secara sederhana,istilah teknologi broadband digunakan untuk menggambarkan sebuah koneksi berkecepata 500Kbps atau lebih.Tetapi FCC mendefenisikan broadband dengan kecepatan minimal 200Kbps. Saat ini, teknologi broadband wireless merupakan tujuan utama dari evaluasi teknologi telekomunikasi

Apa yang ditawarkan oleh layanan broadband? Tentuya akses data multimedia berkecepatan tinggi berupa layanan gambar,audio,dan video termasuk video streaming,Video messaging.Melaluiperangkat yang mendukun teknologi tersebut, pengguna juga bisa mengakses hiburan mobile TV dan mengundah musi, serta melakukan komunikasi real-time menggunakan teknologi fixedmobile seperti webcom melalui ponsel.

Broadband adalah koneksi kecepatan tinggi yang memungkinkan akses internet secera cepat dan selalu terkoneksi atau "always on:. Kalau dirunut kebelakang, sejarah broadband bergerak mulai dari ditemukanya kabel serta optik pada tahun 1950, dimana sebelumnya kebutuhan komunikasi data belum dibutuhkan dalam kecepatan tinggi dan era broadband mulai. Saat itu, andalanya lebih pada kabel serta optik.. Secara sederhana, broadband dapat diartikan sebagai jalan yang lebar untuk koneksi Internet, sehingga memberikan akses yang jauh lebih cepat dibandingkan yang didapatkan dari koneksi modem dial-up biasa. Selain itu, broadband dikenal juga sebagai koneksi tanpa putus ( always on ). Kecepatannya 10-20 kali dibandingkan kecepatan modem dial-up yang ada saat ini. Kalau modem dial-up bekerja antara 30 hingga 50 Kbps ( kilobits per second ), maka koneksi broadband bekerja antara 256 Kbps dan 10 Mbps, tergantung layanan yang dipilih.


 


 

SEJARAH LAYANAN BROADBAND

Sejarah broadband bergerak mulai dari ditemukannya kabel serat optik pada tahun 1950, dimana sebelumnya kebutuhan komunikasi data belum dibutuhkan dalam kecepatan tinggi. Baru pada 1990an muncul kebutuhan yang besar terhadap transfer data kecepatan tinggi dan era broadband mulai. Saat itu, andalannya lebih pada kabel serat optik.

Tahun 1999, perkembangan transfer data kapasitas besar dan kecepatan tinggi mulai banyak digunakan, utamanya dengan maraknya layanan TV kabel yang membutuhkan kabel modem. Saat itu, tak kurang dari 1,5 juta pelanggan TV kabel semakin menyemarakkan era baru, broadband.

Namun, karena kabel serat optik ini cukup mahal, maka perkembangan broadband boleh dikatakan relatif lambat, dan penggunanya pun terbatas. Belakangan, meski TV kabel sudah banyak pelanggannya, perkembangannya lebih banyak dipicu oleh munculnya teknologi ADSL (asymmetric digital subscriber line). ADSL sanggup melewatkan jutaan bit informasi dalam hitungan detik pada jaringan telepon biasa.

ADSL broadband bekerja pada dua kecepatan, menerima dan mengirim data, sehingga sangat cocok digunakan untuk browsing dan mengirim atau menerima e-mail. Kecepatan pengiriman datanya, lebih lambat dibandingkan menerima data. ADSL standar menerima data atau informasi pada kecepatan 2 Mbps (35 kali lebih cepat dari modem standar) dan mengirim data pada kecepatan 256 Kbps ( lima kali lebih cepat). Namun, umumnya rentang kapasitas broadband antara 256 Kbps dan 10 Mbps.

Selain ADSL, ada SHDSL Broadband (symmetric high bit rate DSL), yang mampu mengirim dan menerima data pada kecepatan yang sama, yakni hingga 2 Mbps. Karenanya, SHDSL ini sangat cocok digunakan untuk berbagai bisnis yang membutuhkan data dalam jumlah besar dan kecepatan tinggi, misalnya mengirim dan menerima e-mail dengan lampiran yang besar, file audio dan video. Atau, digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang terhubung ke berbagai aplikasi virtual private network (VPN).

Broadband semakin menunjukkan perkembangan pesat. Hingga akhir 2004 jumlah pelanggannya telah mencapai 140 juta dan pertumbuhannya sangat cepat. Riset Yankee Group memperkirakan bahwa pada 2008 mendatang akan terdapat 325 juta pelanggan. Karenanya, broadband boleh dibilang merupakan teknologi yang perkembangannya paling cepat dalam sejarah. Kalau telepon bergerak (mobile phone) membutuhkan waktu 5,5 tahun untuk bertumbuh dari 10 juta ke 100 juta pengguna di seluruh dunia, maka broadband mencapainya hanya dalam waktu 3,5 tahun.

Pertumbuhan cepat tersebut sebagian besar dipicu oleh perkembangan yang terjadi di kawasan Asia Pasifik, terutama Jepang dan Korea Selatan. Dengan jumlah penduduk mencapai 48,6 juta jiwa, dimana 10 juta penduduknya bermukim di Seoul, pada 2004 pengguna Internet Korea telah mencapai 35,7 juta. Pada saat yang sama, dari jumlah itu, 84 persennya (30 juta) merupakan pelanggan broadband, baik menggunakan DSL maupun cable modem . Tahun 2008, Korea menargetkan untuk mencapai 100% pelanggan broadband.

Di sisi lain, meski dapat menggunakan bermacam-macam teknologi, namun operator tak dapat menyediakan semua jenis teknologi itu, dan sebaliknya tak ada satu teknologi untuk semua keperluan layanan broadband. Berbagai variasi pilihan dan aspek bisnis yang didasarkan pada perkembangan kebutuhan, sehingga dapat memberikan hasil yang optimal, baik dalam layanan maupun perolehan bisnis, perlu menjadi pertimbangan strategis ke depan.

Perkembangan ke depan, tampaknya, tak lagi terjebak dalam mempertentangkan antara DSL vs cable modems atau fixed-line vs wireless . Meski perkembangan nirkabel menuju layanan 3G atau 4G juga tak kalah serunya. Saat ini ke depan, tampaknya akan ada banyak pilihan, mulai dari sambungan kabel hingga nirkabel, mulai dari ADSL, ADSL2+, VDSL, VDSL2, Ethernet, hingga Wi-Fi, 802.16 (WiMAX), dan FTTH (fiber-to-the-home) atau FTTB (fiber-to-the-building). Nantinya, juga akan berkembang MBWA (mobile broadband wireless access)."Tergantung kebutuhannya, beberapa pilihan tersedia dan siap digunakan," ujar Armando Pereira, GM bisnis optikal, Centillium. "Jika infrastrukturnya belum tersedia, maka nirkabel pilihan yang terbaik. Jika Anda mencoba menghubungkan antar rumah, misalnya berjarak 3 km, sebaiknya gunakan kabel serat optik kalau membutuhkan sambungan yang handal. Untuk jarak yang lebih pendek, gunakan gunakan DSL.

Pendekatan campuran, yang memadukan beberapa kapabilitas, oleh John Giametto, Presiden Nortel Networks Asia , disebut sebagai "ultrabroadband". Ini merupakan pendekatan yang logis untuk melayani beragam kebutuhan terhadap broadband. "Ultrabroadband merujuk pada berbagai kombinasi kebutuhan penyedia layanan," tambah Giametto.

Untuk negara seperti Indonesia dan Thailand , misalnya, yang membangun kabel bukan saja sulit, tetapi juga mahal, alternatif nirkabel menjadi lebih logis. Ini dibuktikan dengan upaya Telkom menggelar layanan ADSL dengan brand TelkomLink Multi Media Access (MMA). Belakangan Telkom juga muncul dengan produk Speedy.

Contoh lainnya, India . Di negeri Bollywood ini, terdapat 40 juta sambungan telepon dan sekitar 4 juta komputer. Dengan pasar di mana setiap rumah yang memiliki telepon hanya sepersepuluhnya memiliki PC, maka sebaiknya tidak mengembangkan akses Internet berkecepatan tinggi, melainkan langsung mengembangkan layanan video, karena hampir setiap rumah pasti memiliki TV.

Karenanya, perkembangan broadband mestinya mendukung apa yang disebut value-added broadband , yang mampu memberi pengalaman baru yang mudah semudah menghidupkan TV, apapun perangkat yang digunakan. Namun, tantangannya tak berhenti di sana , karena untuk menyediakan layanan seperti itu, yang berarti membutuhkan teknologi multi akses, diperlukan tingkat interoperabilitas yang tinggi, sehingga memudahkan dalam pengelolaan jaringan dan pelanggan. Tantangan lainnya adalah bagaimana operator dapat bekerjasama dengan sejumlah penyedia konten untuk semakin memperkaya layanan dan kontennya.

Tantangan untuk menyediakan layanan broadband berbasis pelanggan, dengan begitu, harus terus diupayakan. Andalannya, saat ini, tentunya tak hanya pada jaringan kabel, melainkan juga nirkabel. Namun, ke depan ini setidaknya ada beberapa teknologi yang prospektif untuk itu, yang dianggap sebagai langkah selanjutnya dari perkembangan teknologi broadband, antara lain: Metro Ethernet, VDSL/ADSL 2+, FTTH, IP wireless, CDMA-1x EV-DO dan WiMAX


 

LAYANAN BROADBAND

  1. xDSL

ADSL adalah salah satu skema terbaru yang mampu menyediakan transmisi digital berkecepatan tinggi dan saluran pelanggan. Tabel 8.4 meringkas dan membandingkan beberapa hal penting dari skema baru ini, yang secara kolektif disebut juga dengan xDSL.

High data rate digital subscriber line := HDSL dikembangkan di akhir tahun 1980-an oleh Bellcore, dimaksudkan untuk menyediakan cara pengiriman kecepatan data Ti ( 1,544 Mbps ) dengan biaya yang lebih efektif. Saluran TI standar menggunakan pemodean Alternative Mark i=Inversion ( AMI ), yang menempati lebar pita 1,5 Mhz. karena melibatkan frekuensi tinggi semacam ini, karakteristik atenuasi membatasi penggunaan Ti untuk jarak sekitar 1 km diantara repeater. Jadi untuk beberapa saluran pelanggan diperlukan satu atau lebih repeate, yang berarti menambah biaya instalasi dan pemeliharaan.

HDSL menggunakan skema pemodean 2B1Q untuk menyediakan kecepatan data sampai 2 Mbps melalui dua saluran twisted pair didalam lebar pita yang terentang sampai kira-kira 196 kHz. Hal ini memungkinkan jangkauan kira-kira sebesar 3,7 bisa dicapai.

Singel line digital subscriber line : meskipun HDSL lebih menarik dipergunakan untuk mengganti salutan Ti yang sudah ada, namun tidak sesuai untuk pelanggan perumahan karena memerlukan dua twisted pair, dimana biasanya pelanggan perumahan tertentu hanya memiliki twisted pair tunggal. SDSL dikembangkan untuk menyediakan tipe layanan seperti HDSL namun melalui saluran twisted pair tunggal. Sama halnya dengan HDSL, SDSL juga menggunakan skema pemodean 2D1Q. pembatalan gema digunakan untuk mencapai transmisi full duplex melalui pasangan tunggal.

Very data rate digital subscriber line : salah satu skema SDSL terbaru adalah VDSL. Sebagaimana dalam tulisan ini, beberapa detail spesifikasi pensinyalan ini masih harus diuji coba. Tujuannya adalah untuk menyediakan skema yang hamper sama dengan ADSL dengan lebih banyak kecepatan data yang lebih tinggi dengan mengorbankan jarak. Teknik pensinyalan seperti ini disebut DMT / QAM.

VDSL tidak menggunakan pembatalan gema namun menyediakan band yang terpisah untuk berbagai macam layanan dengan alokasi bersifat sementara sebagai berikut : *POTS : 0-4 kHz *ISDM : 4-80 kHz *Upstream : 300-700 kHz *Downstream : ≥ 1 MHz.


 

Tabel 8.4 Perbandingan xDSL


ADSLHDSLSDSLVDSLBit/detik






Model

Copper pair

Range (24 gauge UTP)

Pensinyalan

Kode saluran

Frekuensi

Bit/siklus1,5 to 9 Mbps downstream
16 to 640 kbps upstream

Asimetrik

1

3,7 to 5,5 km


Analog

CAP/DMT

1 to 5 Mhz

Varies1,544 or 2,048 Mbps





Simetrik

2

3,7 km


Digital

2BIQ

196 Khz

41,544 or 2,048 Mbps





Simetrik

1

3,0 km


Digital

2BIQ

196 Khz

413 to 52 Mbps downstream
1,5 to 2,3 Mbps downstream

Asimetrik

1

1,4 km


Analog

DMT

10 Mhz

Varies





SONET / SDH
 


 

SONET ( Synchronous Optical Network ) adalh antarmuka transmisi optic pada awalnya diusulkan oleh Bellcore dan di standardisasi oleh ANSL. Versi yang compoteble dengan SONET adalah Synchronous Digital Hierarchy ( SDH ), telah diterbitkan oleh ITU-T dalam recommendation C.707.SONET-U ini untuk menyediakan spesifikasi guna memaksimalkan penggunaan kemampuan transmisi digita kecepatan tinggi dari serat optic.


 

DS1

DS2     STS-1

CEPT-1 51.84 Mbps


 


 

DS3 STS-1

44.736

         .                 .

         .                 .

.                 .             STS-n     OC-n

STS-3c

CEPT-4              STS-1

139.264 STS-1

STS-1


 

                     STS3c

ATM STS-1

150 Mbps STS-1

                 STS-1


 


 

Gambar Hirearki SONET


 

Hirearki sinyal spesifikasi SONET merumuskan hirearki standarisasi tingkat kecepatan data digital. Tingkat terendah, yakni STS-1 ( Synchronous Transport Signal tingkat 1 atau OC-1 ( Optical Carrier tingkat 1 ), adalah 51.84 Mbps. Tingkat kecepatan ini dapat digunakan oleh sebagian sinyal DS-3 tunggal atau sekelompok sinyal bertingkat rendah, seperti DS1, DS1C, DS2, plus tingkat kecepatan ITU-T (missal 2048 Mbps).


 

Sinyal multiple STS-1 dapat dikombinasikan untuk membentuk sinyal STS-N. sinyal tersebut terbentuk oleh bit-bit interleaving dan sinyal N STS-1 yang saling tersinkronisasi.


 

Untuk Synchronous Digital Hirearchy ITU-T, tingkat kecepatan terendah adalah 155.52 Mbps, yang disebut STM-11. Ini berkoresponden dengan SONET STS-3. Alasan perbedaan ini adalah karena STM-1 adalah sinyal dengan tingkat kecepatan terendah yang dapat diakomodasi oleh sinyal ITU-T tingkat 4 (139.264 Mbps).


 


 

Format Frame

Kerangka utama SONET dasar adalah frame STS-1 yang terdiri atas 810 octet dan ditransmisikan sekali setiap 125 ms, untuk keseluruhan tingkat kecepatan data 51.84 Mbps ( Gambar 1.1 ) . Frame dapat dipandang secara logis sebagai matriks yang terdiri atas 9 baris masing-masing 90 octet, dengan transmisi satu baris setiap saat dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah..

Tiga kolom pertama frame ( 3 octet * 9 baris = 27 octet ) disediakan untuk octet-octet overhead. Sembilan octet disediakan untuk overhead yang terkait dengan seksi dan octet disediakan untuk line-overhead. Gambar 1.1a menunjukkan pengaturan octet-octet overhead.

Bagian selanjutnya dari frame adalah muatan ( payload ). Muatan ini meliputi kolom jalur iverhead yang tidak selalu berada pada kolom pertama yang tersedia. Line-overhead beerisi pointer yang menunjukkan dimana jalur overhead dimulai. Gambar 1.1 menunjukkan pengaturan jalur overhead-octet.

Gambar tersebut menunjukkan format umum untuk frame-frame yang memilki rate yang tinggi, menggunakan penandaan ITU-T.

90 octets

Transport overhead        Synchronous payload environment (SPE)

        3 octets                    87 octets

    
 

    Section overhead

     3 octets

    Line overhead

     6 octets


 

                    
 

Path overhead

                     1 octets

  1. STS-I frame format


     

    270 x N octets

Section overhead SRM-N payload

9 x N octets 261 x N octets


 


 

9 octets


 

  1. STM-N frame format

    Gambar . Format Frame

        Overhead pada bagian;

    1. A1,A2 : byte framing = F6,23 heks; dipergunakan unutk menyinkronkan permulaan frame.
    2. C1: TS-ID menentukan nomor STS-1 ( 1 sampai N ) untuk setiap STS-1 di dalam STS-N multiplex.
    3. B1: Byte paritas dan bit-interleaved menyediakan paritas genap di sepanjang frame STS-N sebelumnya setelah scrambling. Bit ke-i dari octet ini memuat nilai paritas genap yang dihitung dari posisi bit ke-i dan semua octet pada frame sebelumnya.
    4. E1: Level bagian 64 Kbps PCM orderwire; kanal suara pilihan 64 Kbps dipergunakan di antara bagian yang berfungsi untuk menghentikan alat-alat, pusat dan terminal yang berjauhan.
    5. F1 : Penyimpanan kanal 64 Kbps untuk keperluan pengguna.
    6. D1-D3: Kanal komunikasi data 192 Kbps untuk alarm, maintenance, control, dan administrasi antarbagian.


     

    Overhead pada saluran;

    1. H1: Byte petunjuk dipergunakan dalam hal penetapan frame dan penyesuaian frekuensi dan data murni.
    2. B2 : Paritas bit-interleaved untuk memantau kesalahan di tingkat saluran.
    3. Ki,K2 :

      Dua byte dialokasikan untuk pensinyalan di anatara perangkat pelindung pengalihan otomatis di tingkat saluran; menggunakan protocol berorientasi bit yang tersedia sebagai pelindung terhadap kesalahan dan pengaturan jalur optic SONET.
    4. D4-D12: Kanal komunikasi data 576 Kbps untuk alarm, pemeliharaan, control, pemantauan, dan administrasi di tingkat saluran.
    5. Z1-Z2: Disediakan untuk penggunaan selanjutnya.
    6. E2: Kanal suara 64 Kbps unutk orderwire di tingkat saluran.


     

    Overhead pada jalur;

    1. J1: Kanal 64 kbps digunakan untuk mengirim string secara berulang-ulang dengan panjang 64-octet sehingga terminal penerima bisa terus memeriksa integritas jalur. Isi pesannya adalah pemrograman pengguna.
    2. B3: Paritas bit-interleaved pada level jalur, dihitung lewat semua bit dan SPE sebelumnya.
    3. C2: Label sinyal jalur STS untuk menandai sinyal STS yang lengkap dan yang tidak lengkap. Yang tidak lengkap adalah koneksi saluranyang sudah komplit namun tidak ada jalur data untuk dikirm. Untuk sinyal lengkap, label menunjukkan pemetaan murni STS tertentu yang mungkin diperlukan dalam terminal penerima untuk mengartikan kemurnian.
    4. G1: Status byte yang dikrim dan peralatan pemberhentian jalur ke peralatan yang mengawali jalur untuk mengubah status peralatan pemberhenti serta kinerja jalur kesalahan.
    5. F2 : Kanal 64 Kbps untuk pengguna jalur.
    6. H4 : Indikator multiframe untuk data murni yang membutuhkan frame-frame yang lebih panjang dibanding frame STS tunggal. Indikator multiframe digunakan saat mengepak kecepatan kanal yang lebih rendah ke dalam SPE.
    7. Z3-Z5 : Disediakan untuk aneka penggunanaa selanjutnya.


 

CONTOH PENERAPAN BROADBAND

Di Indonesia layanan broadband dipelopori oleh PT Telkom Tbk, sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi terbesar, dimana setelah sukses melakukan digitalisasi jaringan PSTN, Telkom memperkenalkan plaftform ISDN ( integrated services digital network ), yang bernama Pasopati (paduan solusi kecepatan tinggi). ISDN, semula ditujukan sebagai terobosan layanan broadband yang dapat mengakomodasikan baik layanan suara, data maupun video sekaligus. Namun, kurang berhasil dalam penerapannya di lapangan.

Belakangan, Telkom mengembangkan layanan broadband yang disebut Speedy, yang memiliki kecepatan downstream 384 Kbps dan upstream 64 Kbps. Meski belum pas dikatakan broadband sebagaimana definisi di atas, namun layanan Speedy dan layanan broadband lainnya merupakan awal pendorong perkembangan broadband di Indonesia. Namun, ke depan, tentu kapasitas dan kecepatannya akan terus ditingkatkan.


 

KEAMANAN JARINGAN BROADBAND ( BROADBAND NETWORK SECURITY )

Kemanan Jaringan / Network Security memiliki definisi tentang keamanan jaringan dan perangkat keras yang bersangkutan.Perangkat keras seperti computer, server dan perangkat jaringan merupakan satu kesatuan komponen yang bekerja sama untuk menciptakan hubungan dan saling terkoneksi untuk kebutuhan komunikasi data. Di salah satu sisi sejak berkembangnya teknologi internet yang menyebabkan kebutuhan untuk berhubungan dengan dunia luar dalam proses pertukaran data dengan menggunakan teknologi internet semakin menjadi kebutuhan utama dikarenakan proses tersebut mendukung kegiatan operasional dan mempercepat proses transaksi di perusahaan. Untuk itu diperlukan adanya infrastruktur perangkat jaringan yang memadai dan juga melakukan proses monitoring terhadap kegiatan transaksi pertukaran data tersebut dengan dunia luar (Internet).

Keamanan Jaringan / Network Security untuk keperluan pengamanan jaringan intranet dan perangkat internet membutuhkan pengetahuan tentang teknologi Jaringan yang cukup untuk menganalisa kejadian-kejadian yang berkaitan dengan keamanan jaringan itu sendiri . Semakin banyaknya aplikasi-aplikasi yang di publish atau ditampilkan melalui internet menyebabkan aplikasi-aplikasi tersebut dapat dilihat oleh semua orang yang dapat menggunakan internet, di lain sisi beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab berusaha mengakses data-data yang tersimpan di server data aplikasi internet tersebut dengan cara yang tidak seharusnya dengan menggunakan berbagai macam metode.

Belakangan ini, pencurian identitas pribadi melalui media internet semakin marak. Yang diincar biasanya nomor kartu kredit, password akun bank maupun informasi-informasi sensitif lainnya. Caranya bisa melalui phishing, email scan atau menggunakan piranti yang sanggup melacak gerak gerik kebiasaan user ketika mengakses situs –situs web nternet. Kemungkinan kebocoran informasi ini tidak saja bisa menimpa kalangan personal, tapi juga korporat. Bahkan tidak tertutup kemungkinan kebocoran itu datang dari orang dalam sendiri. Melihat data dari Computer Security Institute, 71% serangan kedalam system jaringan computer terjadi dari dalam (intranet). Artinya, yang menyebabkan orang luar dapat masuk ke sistem adalah kelalaian dari dalam sendiri, baik karena tidak melakukan pembaharuan sistem (patching) atau mengganti password secara berkala. Kelalaian ini menjadi lebih besar dampaknya, manakala suatu perusahaan memiliki jaringan komputer yang tersambung ke Internet, karena perusahaan tersebut seolah-olah berada di satu lapangan terbuka yang dapat diserang setiap saat dari berbagai arah.

Penggunaan Internet sebetulnya merupakan satu solusi untuk meringankan biaya komunikasi, karena dengan metode sharing dalam satu jaringan,kita dapat membiayai seluruh jaringan dengan nilai yang lebih rendah daripada membangun sendiri sistemnya. Peningkatan penggunaan jaringan Internet menyebabkan beragamnya pemakai di jaringan Internet, sehingga praktisi lapangan serta teknologi yang dipakai tidak mampu melindungi sistem dari serangan orang iseng atau yang memang punya niat negatif. Untuk melindungi jaringan komputer di dalam jaringan, solusinya adalah dengan mengimplementasikan peranti yang mampu melindungi sistem dengan baik. Peranti tersebut tetap tidak akan bermanfaat jika tidak ada staf yang selalu memantau jaringan dan secepat mungkin mencegah penyerangan serta memperkecil resiko kerusakan jaringan komputer.


 


 


 


 


 

KESIMPULAN

Broadband merupakan istilah yang sudah lama dikenal, khususnya di kalangan pengguna Internet. Broadband adalah koneksi kecepatan tinggi yang memungkinkan akses Internet secara cepat dan selalu terkoneksi atau " always on ". Secara sederhana, broadband dapat diartikan sebagai jalan yang lebar untuk koneksi Internet, sehingga memberikan akses yang jauh lebih cepat dibandingkan yang didapatkan dari koneksi modem dial-up biasa. Selain itu, broadband dikenal juga sebagai koneksi tanpa putus ( always on ). Kecepatannya 10-20 kali dibandingkan kecepatan modem dial-up yang ada saat ini. Kalau modem dial-up bekerja antara 30 hingga 50 Kbps ( kilobits per second ), maka koneksi broadband bekerja antara 256 Kbps dan 10 Mbps, tergantung layanan yang dipilih.


 

PENUTUP

Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan dalam penyusunan makalah ini tidak terlepas dari kesempurnaan ,maka saya selaku penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca.


 

DAFTAR PUSTAKA