Sabtu, 15 Januari 2011

LAYANAN BROADBAND

PENDAHULUAN

Teknologi broadband secara umum didefinisikan sebagai jaringan atau servis Internet yang memiliki kecepatan ransfer yang tinggi karena lebar jalur data yang besar.Meskipun jalur data yang disedakan untuk penggunanya sangat lebar, teknologi broadand biasanya membagi jalur lebar tersebut dengan pengguna sekitarnya.Namun jika tidak ada yang menggunakan, pengguna akan menggunakan sepenuhnya jalur lebar tersebut.

Teknologi broadband atau pita lebar merupakan salah satu teknologi media transminsi ang mendukung banyak frekuensi, mulai dari frekuensi suara hingga video.Teknologi bisa membawa banyak sinyal dengan membagi kapasitasnya (yang sangat besar) dalam beberapa kanal bandwith.setiap kanal beroperasi pada frekuensi yang spesifik.Secara sederhana,istilah teknologi broadband digunakan untuk menggambarkan sebuah koneksi berkecepata 500Kbps atau lebih.Tetapi FCC mendefenisikan broadband dengan kecepatan minimal 200Kbps. Saat ini, teknologi broadband wireless merupakan tujuan utama dari evaluasi teknologi telekomunikasi

Apa yang ditawarkan oleh layanan broadband? Tentuya akses data multimedia berkecepatan tinggi berupa layanan gambar,audio,dan video termasuk video streaming,Video messaging.Melaluiperangkat yang mendukun teknologi tersebut, pengguna juga bisa mengakses hiburan mobile TV dan mengundah musi, serta melakukan komunikasi real-time menggunakan teknologi fixedmobile seperti webcom melalui ponsel.

Broadband adalah koneksi kecepatan tinggi yang memungkinkan akses internet secera cepat dan selalu terkoneksi atau "always on:. Kalau dirunut kebelakang, sejarah broadband bergerak mulai dari ditemukanya kabel serta optik pada tahun 1950, dimana sebelumnya kebutuhan komunikasi data belum dibutuhkan dalam kecepatan tinggi dan era broadband mulai. Saat itu, andalanya lebih pada kabel serta optik.. Secara sederhana, broadband dapat diartikan sebagai jalan yang lebar untuk koneksi Internet, sehingga memberikan akses yang jauh lebih cepat dibandingkan yang didapatkan dari koneksi modem dial-up biasa. Selain itu, broadband dikenal juga sebagai koneksi tanpa putus ( always on ). Kecepatannya 10-20 kali dibandingkan kecepatan modem dial-up yang ada saat ini. Kalau modem dial-up bekerja antara 30 hingga 50 Kbps ( kilobits per second ), maka koneksi broadband bekerja antara 256 Kbps dan 10 Mbps, tergantung layanan yang dipilih.


 


 

SEJARAH LAYANAN BROADBAND

Sejarah broadband bergerak mulai dari ditemukannya kabel serat optik pada tahun 1950, dimana sebelumnya kebutuhan komunikasi data belum dibutuhkan dalam kecepatan tinggi. Baru pada 1990an muncul kebutuhan yang besar terhadap transfer data kecepatan tinggi dan era broadband mulai. Saat itu, andalannya lebih pada kabel serat optik.

Tahun 1999, perkembangan transfer data kapasitas besar dan kecepatan tinggi mulai banyak digunakan, utamanya dengan maraknya layanan TV kabel yang membutuhkan kabel modem. Saat itu, tak kurang dari 1,5 juta pelanggan TV kabel semakin menyemarakkan era baru, broadband.

Namun, karena kabel serat optik ini cukup mahal, maka perkembangan broadband boleh dikatakan relatif lambat, dan penggunanya pun terbatas. Belakangan, meski TV kabel sudah banyak pelanggannya, perkembangannya lebih banyak dipicu oleh munculnya teknologi ADSL (asymmetric digital subscriber line). ADSL sanggup melewatkan jutaan bit informasi dalam hitungan detik pada jaringan telepon biasa.

ADSL broadband bekerja pada dua kecepatan, menerima dan mengirim data, sehingga sangat cocok digunakan untuk browsing dan mengirim atau menerima e-mail. Kecepatan pengiriman datanya, lebih lambat dibandingkan menerima data. ADSL standar menerima data atau informasi pada kecepatan 2 Mbps (35 kali lebih cepat dari modem standar) dan mengirim data pada kecepatan 256 Kbps ( lima kali lebih cepat). Namun, umumnya rentang kapasitas broadband antara 256 Kbps dan 10 Mbps.

Selain ADSL, ada SHDSL Broadband (symmetric high bit rate DSL), yang mampu mengirim dan menerima data pada kecepatan yang sama, yakni hingga 2 Mbps. Karenanya, SHDSL ini sangat cocok digunakan untuk berbagai bisnis yang membutuhkan data dalam jumlah besar dan kecepatan tinggi, misalnya mengirim dan menerima e-mail dengan lampiran yang besar, file audio dan video. Atau, digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang terhubung ke berbagai aplikasi virtual private network (VPN).

Broadband semakin menunjukkan perkembangan pesat. Hingga akhir 2004 jumlah pelanggannya telah mencapai 140 juta dan pertumbuhannya sangat cepat. Riset Yankee Group memperkirakan bahwa pada 2008 mendatang akan terdapat 325 juta pelanggan. Karenanya, broadband boleh dibilang merupakan teknologi yang perkembangannya paling cepat dalam sejarah. Kalau telepon bergerak (mobile phone) membutuhkan waktu 5,5 tahun untuk bertumbuh dari 10 juta ke 100 juta pengguna di seluruh dunia, maka broadband mencapainya hanya dalam waktu 3,5 tahun.

Pertumbuhan cepat tersebut sebagian besar dipicu oleh perkembangan yang terjadi di kawasan Asia Pasifik, terutama Jepang dan Korea Selatan. Dengan jumlah penduduk mencapai 48,6 juta jiwa, dimana 10 juta penduduknya bermukim di Seoul, pada 2004 pengguna Internet Korea telah mencapai 35,7 juta. Pada saat yang sama, dari jumlah itu, 84 persennya (30 juta) merupakan pelanggan broadband, baik menggunakan DSL maupun cable modem . Tahun 2008, Korea menargetkan untuk mencapai 100% pelanggan broadband.

Di sisi lain, meski dapat menggunakan bermacam-macam teknologi, namun operator tak dapat menyediakan semua jenis teknologi itu, dan sebaliknya tak ada satu teknologi untuk semua keperluan layanan broadband. Berbagai variasi pilihan dan aspek bisnis yang didasarkan pada perkembangan kebutuhan, sehingga dapat memberikan hasil yang optimal, baik dalam layanan maupun perolehan bisnis, perlu menjadi pertimbangan strategis ke depan.

Perkembangan ke depan, tampaknya, tak lagi terjebak dalam mempertentangkan antara DSL vs cable modems atau fixed-line vs wireless . Meski perkembangan nirkabel menuju layanan 3G atau 4G juga tak kalah serunya. Saat ini ke depan, tampaknya akan ada banyak pilihan, mulai dari sambungan kabel hingga nirkabel, mulai dari ADSL, ADSL2+, VDSL, VDSL2, Ethernet, hingga Wi-Fi, 802.16 (WiMAX), dan FTTH (fiber-to-the-home) atau FTTB (fiber-to-the-building). Nantinya, juga akan berkembang MBWA (mobile broadband wireless access)."Tergantung kebutuhannya, beberapa pilihan tersedia dan siap digunakan," ujar Armando Pereira, GM bisnis optikal, Centillium. "Jika infrastrukturnya belum tersedia, maka nirkabel pilihan yang terbaik. Jika Anda mencoba menghubungkan antar rumah, misalnya berjarak 3 km, sebaiknya gunakan kabel serat optik kalau membutuhkan sambungan yang handal. Untuk jarak yang lebih pendek, gunakan gunakan DSL.

Pendekatan campuran, yang memadukan beberapa kapabilitas, oleh John Giametto, Presiden Nortel Networks Asia , disebut sebagai "ultrabroadband". Ini merupakan pendekatan yang logis untuk melayani beragam kebutuhan terhadap broadband. "Ultrabroadband merujuk pada berbagai kombinasi kebutuhan penyedia layanan," tambah Giametto.

Untuk negara seperti Indonesia dan Thailand , misalnya, yang membangun kabel bukan saja sulit, tetapi juga mahal, alternatif nirkabel menjadi lebih logis. Ini dibuktikan dengan upaya Telkom menggelar layanan ADSL dengan brand TelkomLink Multi Media Access (MMA). Belakangan Telkom juga muncul dengan produk Speedy.

Contoh lainnya, India . Di negeri Bollywood ini, terdapat 40 juta sambungan telepon dan sekitar 4 juta komputer. Dengan pasar di mana setiap rumah yang memiliki telepon hanya sepersepuluhnya memiliki PC, maka sebaiknya tidak mengembangkan akses Internet berkecepatan tinggi, melainkan langsung mengembangkan layanan video, karena hampir setiap rumah pasti memiliki TV.

Karenanya, perkembangan broadband mestinya mendukung apa yang disebut value-added broadband , yang mampu memberi pengalaman baru yang mudah semudah menghidupkan TV, apapun perangkat yang digunakan. Namun, tantangannya tak berhenti di sana , karena untuk menyediakan layanan seperti itu, yang berarti membutuhkan teknologi multi akses, diperlukan tingkat interoperabilitas yang tinggi, sehingga memudahkan dalam pengelolaan jaringan dan pelanggan. Tantangan lainnya adalah bagaimana operator dapat bekerjasama dengan sejumlah penyedia konten untuk semakin memperkaya layanan dan kontennya.

Tantangan untuk menyediakan layanan broadband berbasis pelanggan, dengan begitu, harus terus diupayakan. Andalannya, saat ini, tentunya tak hanya pada jaringan kabel, melainkan juga nirkabel. Namun, ke depan ini setidaknya ada beberapa teknologi yang prospektif untuk itu, yang dianggap sebagai langkah selanjutnya dari perkembangan teknologi broadband, antara lain: Metro Ethernet, VDSL/ADSL 2+, FTTH, IP wireless, CDMA-1x EV-DO dan WiMAX


 

LAYANAN BROADBAND

  1. xDSL

ADSL adalah salah satu skema terbaru yang mampu menyediakan transmisi digital berkecepatan tinggi dan saluran pelanggan. Tabel 8.4 meringkas dan membandingkan beberapa hal penting dari skema baru ini, yang secara kolektif disebut juga dengan xDSL.

High data rate digital subscriber line := HDSL dikembangkan di akhir tahun 1980-an oleh Bellcore, dimaksudkan untuk menyediakan cara pengiriman kecepatan data Ti ( 1,544 Mbps ) dengan biaya yang lebih efektif. Saluran TI standar menggunakan pemodean Alternative Mark i=Inversion ( AMI ), yang menempati lebar pita 1,5 Mhz. karena melibatkan frekuensi tinggi semacam ini, karakteristik atenuasi membatasi penggunaan Ti untuk jarak sekitar 1 km diantara repeater. Jadi untuk beberapa saluran pelanggan diperlukan satu atau lebih repeate, yang berarti menambah biaya instalasi dan pemeliharaan.

HDSL menggunakan skema pemodean 2B1Q untuk menyediakan kecepatan data sampai 2 Mbps melalui dua saluran twisted pair didalam lebar pita yang terentang sampai kira-kira 196 kHz. Hal ini memungkinkan jangkauan kira-kira sebesar 3,7 bisa dicapai.

Singel line digital subscriber line : meskipun HDSL lebih menarik dipergunakan untuk mengganti salutan Ti yang sudah ada, namun tidak sesuai untuk pelanggan perumahan karena memerlukan dua twisted pair, dimana biasanya pelanggan perumahan tertentu hanya memiliki twisted pair tunggal. SDSL dikembangkan untuk menyediakan tipe layanan seperti HDSL namun melalui saluran twisted pair tunggal. Sama halnya dengan HDSL, SDSL juga menggunakan skema pemodean 2D1Q. pembatalan gema digunakan untuk mencapai transmisi full duplex melalui pasangan tunggal.

Very data rate digital subscriber line : salah satu skema SDSL terbaru adalah VDSL. Sebagaimana dalam tulisan ini, beberapa detail spesifikasi pensinyalan ini masih harus diuji coba. Tujuannya adalah untuk menyediakan skema yang hamper sama dengan ADSL dengan lebih banyak kecepatan data yang lebih tinggi dengan mengorbankan jarak. Teknik pensinyalan seperti ini disebut DMT / QAM.

VDSL tidak menggunakan pembatalan gema namun menyediakan band yang terpisah untuk berbagai macam layanan dengan alokasi bersifat sementara sebagai berikut : *POTS : 0-4 kHz *ISDM : 4-80 kHz *Upstream : 300-700 kHz *Downstream : ≥ 1 MHz.


 

Tabel 8.4 Perbandingan xDSL


ADSLHDSLSDSLVDSLBit/detik






Model

Copper pair

Range (24 gauge UTP)

Pensinyalan

Kode saluran

Frekuensi

Bit/siklus1,5 to 9 Mbps downstream
16 to 640 kbps upstream

Asimetrik

1

3,7 to 5,5 km


Analog

CAP/DMT

1 to 5 Mhz

Varies1,544 or 2,048 Mbps





Simetrik

2

3,7 km


Digital

2BIQ

196 Khz

41,544 or 2,048 Mbps





Simetrik

1

3,0 km


Digital

2BIQ

196 Khz

413 to 52 Mbps downstream
1,5 to 2,3 Mbps downstream

Asimetrik

1

1,4 km


Analog

DMT

10 Mhz

Varies





SONET / SDH
 


 

SONET ( Synchronous Optical Network ) adalh antarmuka transmisi optic pada awalnya diusulkan oleh Bellcore dan di standardisasi oleh ANSL. Versi yang compoteble dengan SONET adalah Synchronous Digital Hierarchy ( SDH ), telah diterbitkan oleh ITU-T dalam recommendation C.707.SONET-U ini untuk menyediakan spesifikasi guna memaksimalkan penggunaan kemampuan transmisi digita kecepatan tinggi dari serat optic.


 

DS1

DS2     STS-1

CEPT-1 51.84 Mbps


 


 

DS3 STS-1

44.736

         .                 .

         .                 .

.                 .             STS-n     OC-n

STS-3c

CEPT-4              STS-1

139.264 STS-1

STS-1


 

                     STS3c

ATM STS-1

150 Mbps STS-1

                 STS-1


 


 

Gambar Hirearki SONET


 

Hirearki sinyal spesifikasi SONET merumuskan hirearki standarisasi tingkat kecepatan data digital. Tingkat terendah, yakni STS-1 ( Synchronous Transport Signal tingkat 1 atau OC-1 ( Optical Carrier tingkat 1 ), adalah 51.84 Mbps. Tingkat kecepatan ini dapat digunakan oleh sebagian sinyal DS-3 tunggal atau sekelompok sinyal bertingkat rendah, seperti DS1, DS1C, DS2, plus tingkat kecepatan ITU-T (missal 2048 Mbps).


 

Sinyal multiple STS-1 dapat dikombinasikan untuk membentuk sinyal STS-N. sinyal tersebut terbentuk oleh bit-bit interleaving dan sinyal N STS-1 yang saling tersinkronisasi.


 

Untuk Synchronous Digital Hirearchy ITU-T, tingkat kecepatan terendah adalah 155.52 Mbps, yang disebut STM-11. Ini berkoresponden dengan SONET STS-3. Alasan perbedaan ini adalah karena STM-1 adalah sinyal dengan tingkat kecepatan terendah yang dapat diakomodasi oleh sinyal ITU-T tingkat 4 (139.264 Mbps).


 


 

Format Frame

Kerangka utama SONET dasar adalah frame STS-1 yang terdiri atas 810 octet dan ditransmisikan sekali setiap 125 ms, untuk keseluruhan tingkat kecepatan data 51.84 Mbps ( Gambar 1.1 ) . Frame dapat dipandang secara logis sebagai matriks yang terdiri atas 9 baris masing-masing 90 octet, dengan transmisi satu baris setiap saat dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah..

Tiga kolom pertama frame ( 3 octet * 9 baris = 27 octet ) disediakan untuk octet-octet overhead. Sembilan octet disediakan untuk overhead yang terkait dengan seksi dan octet disediakan untuk line-overhead. Gambar 1.1a menunjukkan pengaturan octet-octet overhead.

Bagian selanjutnya dari frame adalah muatan ( payload ). Muatan ini meliputi kolom jalur iverhead yang tidak selalu berada pada kolom pertama yang tersedia. Line-overhead beerisi pointer yang menunjukkan dimana jalur overhead dimulai. Gambar 1.1 menunjukkan pengaturan jalur overhead-octet.

Gambar tersebut menunjukkan format umum untuk frame-frame yang memilki rate yang tinggi, menggunakan penandaan ITU-T.

90 octets

Transport overhead        Synchronous payload environment (SPE)

        3 octets                    87 octets

    
 

    Section overhead

     3 octets

    Line overhead

     6 octets


 

                    
 

Path overhead

                     1 octets

  1. STS-I frame format


     

    270 x N octets

Section overhead SRM-N payload

9 x N octets 261 x N octets


 


 

9 octets


 

  1. STM-N frame format

    Gambar . Format Frame

        Overhead pada bagian;

    1. A1,A2 : byte framing = F6,23 heks; dipergunakan unutk menyinkronkan permulaan frame.
    2. C1: TS-ID menentukan nomor STS-1 ( 1 sampai N ) untuk setiap STS-1 di dalam STS-N multiplex.
    3. B1: Byte paritas dan bit-interleaved menyediakan paritas genap di sepanjang frame STS-N sebelumnya setelah scrambling. Bit ke-i dari octet ini memuat nilai paritas genap yang dihitung dari posisi bit ke-i dan semua octet pada frame sebelumnya.
    4. E1: Level bagian 64 Kbps PCM orderwire; kanal suara pilihan 64 Kbps dipergunakan di antara bagian yang berfungsi untuk menghentikan alat-alat, pusat dan terminal yang berjauhan.
    5. F1 : Penyimpanan kanal 64 Kbps untuk keperluan pengguna.
    6. D1-D3: Kanal komunikasi data 192 Kbps untuk alarm, maintenance, control, dan administrasi antarbagian.


     

    Overhead pada saluran;

    1. H1: Byte petunjuk dipergunakan dalam hal penetapan frame dan penyesuaian frekuensi dan data murni.
    2. B2 : Paritas bit-interleaved untuk memantau kesalahan di tingkat saluran.
    3. Ki,K2 :

      Dua byte dialokasikan untuk pensinyalan di anatara perangkat pelindung pengalihan otomatis di tingkat saluran; menggunakan protocol berorientasi bit yang tersedia sebagai pelindung terhadap kesalahan dan pengaturan jalur optic SONET.
    4. D4-D12: Kanal komunikasi data 576 Kbps untuk alarm, pemeliharaan, control, pemantauan, dan administrasi di tingkat saluran.
    5. Z1-Z2: Disediakan untuk penggunaan selanjutnya.
    6. E2: Kanal suara 64 Kbps unutk orderwire di tingkat saluran.


     

    Overhead pada jalur;

    1. J1: Kanal 64 kbps digunakan untuk mengirim string secara berulang-ulang dengan panjang 64-octet sehingga terminal penerima bisa terus memeriksa integritas jalur. Isi pesannya adalah pemrograman pengguna.
    2. B3: Paritas bit-interleaved pada level jalur, dihitung lewat semua bit dan SPE sebelumnya.
    3. C2: Label sinyal jalur STS untuk menandai sinyal STS yang lengkap dan yang tidak lengkap. Yang tidak lengkap adalah koneksi saluranyang sudah komplit namun tidak ada jalur data untuk dikirm. Untuk sinyal lengkap, label menunjukkan pemetaan murni STS tertentu yang mungkin diperlukan dalam terminal penerima untuk mengartikan kemurnian.
    4. G1: Status byte yang dikrim dan peralatan pemberhentian jalur ke peralatan yang mengawali jalur untuk mengubah status peralatan pemberhenti serta kinerja jalur kesalahan.
    5. F2 : Kanal 64 Kbps untuk pengguna jalur.
    6. H4 : Indikator multiframe untuk data murni yang membutuhkan frame-frame yang lebih panjang dibanding frame STS tunggal. Indikator multiframe digunakan saat mengepak kecepatan kanal yang lebih rendah ke dalam SPE.
    7. Z3-Z5 : Disediakan untuk aneka penggunanaa selanjutnya.


 

CONTOH PENERAPAN BROADBAND

Di Indonesia layanan broadband dipelopori oleh PT Telkom Tbk, sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi terbesar, dimana setelah sukses melakukan digitalisasi jaringan PSTN, Telkom memperkenalkan plaftform ISDN ( integrated services digital network ), yang bernama Pasopati (paduan solusi kecepatan tinggi). ISDN, semula ditujukan sebagai terobosan layanan broadband yang dapat mengakomodasikan baik layanan suara, data maupun video sekaligus. Namun, kurang berhasil dalam penerapannya di lapangan.

Belakangan, Telkom mengembangkan layanan broadband yang disebut Speedy, yang memiliki kecepatan downstream 384 Kbps dan upstream 64 Kbps. Meski belum pas dikatakan broadband sebagaimana definisi di atas, namun layanan Speedy dan layanan broadband lainnya merupakan awal pendorong perkembangan broadband di Indonesia. Namun, ke depan, tentu kapasitas dan kecepatannya akan terus ditingkatkan.


 

KEAMANAN JARINGAN BROADBAND ( BROADBAND NETWORK SECURITY )

Kemanan Jaringan / Network Security memiliki definisi tentang keamanan jaringan dan perangkat keras yang bersangkutan.Perangkat keras seperti computer, server dan perangkat jaringan merupakan satu kesatuan komponen yang bekerja sama untuk menciptakan hubungan dan saling terkoneksi untuk kebutuhan komunikasi data. Di salah satu sisi sejak berkembangnya teknologi internet yang menyebabkan kebutuhan untuk berhubungan dengan dunia luar dalam proses pertukaran data dengan menggunakan teknologi internet semakin menjadi kebutuhan utama dikarenakan proses tersebut mendukung kegiatan operasional dan mempercepat proses transaksi di perusahaan. Untuk itu diperlukan adanya infrastruktur perangkat jaringan yang memadai dan juga melakukan proses monitoring terhadap kegiatan transaksi pertukaran data tersebut dengan dunia luar (Internet).

Keamanan Jaringan / Network Security untuk keperluan pengamanan jaringan intranet dan perangkat internet membutuhkan pengetahuan tentang teknologi Jaringan yang cukup untuk menganalisa kejadian-kejadian yang berkaitan dengan keamanan jaringan itu sendiri . Semakin banyaknya aplikasi-aplikasi yang di publish atau ditampilkan melalui internet menyebabkan aplikasi-aplikasi tersebut dapat dilihat oleh semua orang yang dapat menggunakan internet, di lain sisi beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab berusaha mengakses data-data yang tersimpan di server data aplikasi internet tersebut dengan cara yang tidak seharusnya dengan menggunakan berbagai macam metode.

Belakangan ini, pencurian identitas pribadi melalui media internet semakin marak. Yang diincar biasanya nomor kartu kredit, password akun bank maupun informasi-informasi sensitif lainnya. Caranya bisa melalui phishing, email scan atau menggunakan piranti yang sanggup melacak gerak gerik kebiasaan user ketika mengakses situs –situs web nternet. Kemungkinan kebocoran informasi ini tidak saja bisa menimpa kalangan personal, tapi juga korporat. Bahkan tidak tertutup kemungkinan kebocoran itu datang dari orang dalam sendiri. Melihat data dari Computer Security Institute, 71% serangan kedalam system jaringan computer terjadi dari dalam (intranet). Artinya, yang menyebabkan orang luar dapat masuk ke sistem adalah kelalaian dari dalam sendiri, baik karena tidak melakukan pembaharuan sistem (patching) atau mengganti password secara berkala. Kelalaian ini menjadi lebih besar dampaknya, manakala suatu perusahaan memiliki jaringan komputer yang tersambung ke Internet, karena perusahaan tersebut seolah-olah berada di satu lapangan terbuka yang dapat diserang setiap saat dari berbagai arah.

Penggunaan Internet sebetulnya merupakan satu solusi untuk meringankan biaya komunikasi, karena dengan metode sharing dalam satu jaringan,kita dapat membiayai seluruh jaringan dengan nilai yang lebih rendah daripada membangun sendiri sistemnya. Peningkatan penggunaan jaringan Internet menyebabkan beragamnya pemakai di jaringan Internet, sehingga praktisi lapangan serta teknologi yang dipakai tidak mampu melindungi sistem dari serangan orang iseng atau yang memang punya niat negatif. Untuk melindungi jaringan komputer di dalam jaringan, solusinya adalah dengan mengimplementasikan peranti yang mampu melindungi sistem dengan baik. Peranti tersebut tetap tidak akan bermanfaat jika tidak ada staf yang selalu memantau jaringan dan secepat mungkin mencegah penyerangan serta memperkecil resiko kerusakan jaringan komputer.


 


 


 


 


 

KESIMPULAN

Broadband merupakan istilah yang sudah lama dikenal, khususnya di kalangan pengguna Internet. Broadband adalah koneksi kecepatan tinggi yang memungkinkan akses Internet secara cepat dan selalu terkoneksi atau " always on ". Secara sederhana, broadband dapat diartikan sebagai jalan yang lebar untuk koneksi Internet, sehingga memberikan akses yang jauh lebih cepat dibandingkan yang didapatkan dari koneksi modem dial-up biasa. Selain itu, broadband dikenal juga sebagai koneksi tanpa putus ( always on ). Kecepatannya 10-20 kali dibandingkan kecepatan modem dial-up yang ada saat ini. Kalau modem dial-up bekerja antara 30 hingga 50 Kbps ( kilobits per second ), maka koneksi broadband bekerja antara 256 Kbps dan 10 Mbps, tergantung layanan yang dipilih.


 

PENUTUP

Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan dalam penyusunan makalah ini tidak terlepas dari kesempurnaan ,maka saya selaku penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca.


 

DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar