Jaringan Nirkabel
PENDAHULUAN
Nirkabel (wireless) memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia di tempat kerja, di rumah dan di tempat-tempat umum.Jaringan nirkabel ini memungkinkan orang untuk dapat berkomunikasi serta mengakses berbagai komunikasi dan informasi tanpa kabel (nirkabel). Kondisi ini tentu saja memberikan kebebasan bergerak bagi penggunanya.
Sejalan dengan semakin tingginya kebudayaan manusia, maka kebutuhan terhadap perangkat telekomunikasi akan semakin komplek. Saat ini kebutuhan telekomunikasi tidak hanya terbatas pada komunikasi suara, melainkan juga sudah merambah kepada komunikasi data, gambar dan video. Komunikasi multimedia sudah menjadi keharusan dan hal ini dimungkinkan karena telah terjadi konvergensi beberapa layanan seperti data, suara, gambar dan video. Berbagai aplikasi layanan tersebut dimungkinkan karena adanya perkembangan yang terus menerus dalam teknologi telekomunikasi. Apabila semula, komunikasi dipancarkan dengan teknologi yang bersifat narrowband, yaitu jalur pita sempit dengan kemampuan rendah (baik transfer datanya maupun jumlah kanal yang dibawa), maka sekarang telah menggunakan broadband, yaitu jalur pita lebar dengan kemampuan tinggi (transfer data lebih cepat dengan jumlah kanal lebih banyak). Hal ini sangat tepat diterapkan untuk komunikasi multimedia. Pada jaringan wireless, hal ini dikenal dengan Broadband Wireless Access (BWA), yaitu teknologi wireless yang mampu memberikan layanan data kecepatan tinggi dengan bandwidth yang terbatas. WiMAX (Wireless
Interoperability for Microwave Access) adalah salah satu teknologi Broadband
Wireless Access paling popular saat ini [3]. WiMAX ini menggunakan standar IEEE 802.16.
Banyak keunggulan yang ditawarkan WiMAX, seperti akses kecepatan tinggi (sampai 75 mbps) dan jarak jangkau sampai 30 mil pada kondisi NLOS, 32 – 134 mbps dan jarak jangkau 1-3 mil pada kondisi LOS. Keunggulan lainnya adalah WiMAX menawarkan QoS yang berbeda sesuai dengan aplikasi yang diinginkan user, seperti class UGS (VoIP), rtPS (streaming video atau audio), ertPS (VoIP dengan detection activity), nrtPS (file transfer protocol) dan BE (transfer data, web, browsing). Disamping itu, WiMAX juga memungkinkan diterapkannya algoritma penjadwalan guna mengantisipasi keterbatasan sumber daya radio yang ada. Dengan algoritma penjadwalan ini, efisiensi pemanfaatan sumberdaya radio dapat ditingkatkan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada user sesuai QoS yang diinginkan. Standard WiMAX tidak menetapkan algoritma penjadwalan tertentu, sehingga operator dapat menentukan sendiri algoritma penjadwalan yang dipakai, sesuai kebijakannya. Dalam penelitian ini akan dilakukan simulasi jaringan WIMAX menggunakan NS-2, dengan fokus utama pada kelas QoS rtPS dan menggunakan algoritma penjadwalan WRR dan TRS_RR. Adapun parameter kinerja yang akan dianalisa adalah throughput dan jitter.
KONSEP DASAR JARINGAN NIRKABEL
- Pengertian Jaringan Nirkabel
Teknologi jaringan nirkabel sebenarnya terbentang luas mulai dari komunikasi suara sampai dengan jaringan data, yang mana membolehkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel pada suatu jarak tertentu. Ini termasuk teknologi infrared, frekuensi radio dan lain sebagainya. Peranti yang umumnya digunakan untuk jaringan nirkabel termasuk di dalamnya adalah komputer, komputer genggam, PDA, telepon seluler, tablet PC dan lain sebagainya. Teknologi nirkabel ini memiliki kegunaan yang sangat banyak. Contohnya, pengguna bergerak bisa menggunakan telepon seluler mereka untuk mengakses e-mail. Sementara itu para pelancong dengan laptopnya bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang di bandara, kafe, kereta api dan tempat publik lainnya. Di rumah, pengguna dapat terhubung ke desktop mereka (melalui bluetooth) untuk melakukan sinkronisasi dengan PDA-nya.
- Standarnisasi
Untuk menekan biaya, memastikan interoperabilitas dan mempromosikan adopsi yang luas terhadap teknologi nirkabel ini, maka organisasi seperti Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), Internet Engineering Task Force (IETF), Wireless Ethernet Compatibility Alliance (WECA) dan International Telecommunication Union (ITU) telah berpartisipasi dalam berbagai macam upaya-upaya standarisasi. Sebagai contoh, kelompok kerja IEEE telah mendefinisikan bagaimana suatu informasi ditransfer dari satu peranti ke peranti lainnya (dengan menggunakan frekuensi radio atau infrared misalnya) dan bagaimana dan kapan suatu media transmisi sebaiknya digunakan untuk keperluan komunikasi. Ketika membangun standarisasi untuk jaringan nirkabel, organisasi seperti IEEE telah mengatasi pula masalah power management, bandwidth, security dan berbagai masalah unik yang ada pada dunia jaringan nirkabel.
SEJARAH JARINGAN NIRKABEL
WLAN diharapkan berlanjut menjadi sebuah bentuk penting dari sambungan di banyak area bisnis. Pasar diharapkan tumbuh sebagai manfaat dari WLAN diketahui. Frost & Sullivan mengestimasikan pasar WLAN akan menjadi 0,3 miiyar dollar AS dalam 1998 dan 1,6 milyar dollar di 2005. Sejauh ini WLAN sudah di-install in universitas-universitas, bandara-bandara, dan tempat umum besar lainnya. Penurunan biaya dari peralatan WLAN jugahas membawanya ke rumah-rumah. Namun, di Inggris UK biaya sangat tinggi dari penggunaan sambungan seperti itu di publik sejauh ini dibatasi untuk penggunaan di tempat tunggu kelas bisnis bandara, dll. Pasar masa depan yang luas diramalkan akan pulih, kantor perusahaan dan area pusat dari kota utama. Kota New York telah memulai sebuah pilot program untuk menyelimuti seluruh distrik kota dengan internet nirkabel.
Perangkat WLAN aslinya sangat mahal yang hanya digunakan untuk alternatif LAN kabel di tempat dimana pengkabelan sangat sulit dilakukan atau tidak memungkinkan. Seperti tempat yang sudah dilindungi lama atau ruang kelas, meskipun jarak tertutup dari 802.11b (tipikalnya 30 kaki.) batas dari itu menggunakan untuk gedung kecil. Komponen WLAN sangat cukup mudah untuk digunakan di rumah, dengan banyak di set-up sehingga satu PC (PC orang tua, misalnya) dapat digunakan untuk share sambungan internet dengan seluruh anggota keluarga (pada saat yang sama tetap kontrol akses berada di PC orang tua). Pengembangan utama meliputi solusi spesifik industri and protokol proprietary, tetapi pada akhirn 1990-an digantikan dengan standar, versi jenis utama dari IEEE 802.11 (Wi-Fi) (lihat artikel terpisah) dan HomeRF (2 Mbit/s, disarankan untuk rumah, antahberantahdi Inggris ). Sebuah alternatif ATM-seperti teknologi standar 5 GHz, HIPERLAN, sejauh ini tidak berhasil di pasaran, dan dengan dirilisnya yang lebih cepat 54 Mbit/s 802.11a (5 GHz) dan standar 802.11g (2.4 GHz), hampir pasti tidak mungkin.
LAYANAN JARINGAN NIRKABEL
- GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATION(GSM)
GSM(global system for mobile communication) merupakan sebuah teknologi komnukasi selular yang bersifat digital. Teknologi GSM banyak diterapkan pada komunikasi bergerak, khususnya handphone. Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan pengiriman sinyal yang dibagi berdasarkan waktu, sehingga sinyal informasi yang dikrim akan sampai pada tujuan.
GSM dijadikan standar global untuk komnikasi selular sekaligus sebagai teknologi selular yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia.
- SEJARAH GSM
GSM merupakan teknologi digital untuk komunikasi mobile. Teknologi analog yang berkembang semakin tidak sesuai dengan perkembangan masyarakat Eropa yang semakin dinamis. Untuk mengatasi keterbatasn itu Negara-negara Eropa pada tahun 1982 membentuk sebuah organisasi yang bertujuan untuk menentukan standar komunikasi selular yang sapat digunakan di semua Negara Eropa. Organisasi ini dinamakan Group Special mobile (GSM). Organisasi ini memelopori munculnya teknologi digital selular yang kemudian dikenal dengan nama Global System for Mobile Communication atau GSM.
GSM muncul pada pertengahan 1991 dan akhirnya dijadikan standar telekomunikasi selular untuk seluruh Eropa oleh ETSI ( European Telecomunication Standar Institute). Pengoperasian GSM secara komersial baru dapat dimulai pada awal kuartal terakhir 1992 karena GSM merupakan teknologi yang kompleks dan butuh pengkajian yang mendalam untuk bias dijadikan standar. Pada September 1992, standar tipe approval untuk handphone disepakati dengan mempertimbangkan dan memasukkan puluhan item pengujian dalam memproduksi GSM.
Pada awal pengoperasiannya, GSM telah mengantisipasi perkembangan jumlah penggunanya yang sangat pesat dan arah pelayanan per area yang tinggi, sehingga arah perkembangan teknologi GSM adalah DCS(Digital Cellular System) pada alokasi frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut akan dicapai kapasitas pelanggan yang semakin besar per satuan sel. Selain itu, dengan luas sel yang semakin kecil maka akan dapat menurunkan kekuatan daya pancar handphone, sehingga bahaya radiasi yang timbul terhadap organ kepala dapat dikurangi.
Pemakaian GSM kemudian meluas ke Asia dan Amerika, termasuk Indonesia. Indonesia awalnya menggunakan system telepon selular analog yang bernama AMPS(Advances Moble Phone System) dan NMT ( Nordic Mobile Telephone). Namun dengan hadir dan dijadikannya standar system komunikasi selular membuat system analog perlahan menghilang. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Eropa. Pengguna GSM pun semakin lama semakin bertambah. Pada akhir tahun 2005 pelanggan GSM di dunia telah mencapai 1,5 triliun. Akhirnya GSM tumbuh dan berkembang sebagai system telekomunikasi selular yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.
- SPESIFIKASI TEKNIS GSM
Di Eropa pada awalnya GSM didesain untuk beroperasi pada frekuensi 900 Mhz. Pada frekuensi ini unutk frekunsi up-link-nya digunakan frekunsi 890-915 Mhz, sedangkan frekuensi downlink-nya menggunakan frekuensi 935-960 Mhz. Bandwith yang digunakan adalah 25 Mhz ( 915 – 80 = 960 – 35 = 25 Mhz ), dan lebar kanal sebesar 200 Khz. Dari keduanya maka didapatkan 125 kanal, di mana 124 kanal digunakan untuk suara dan satu kanal untuk sinyal. Pada perkembangannya, jumlah kanal 124 semakin tidak mencukupi dalam pemenuhan kebutuhan yang disebabkan pesatnya pertambahan jumlah pengguna.
Untuk memenuhi kebutuhan kanal yang lebih banyak maka regulator GSM di Eropa mencoba menggunakan tambahan frekuensi untuk GSM pada band frekuensi di range 1800 Mhz dengan frekuensi 1710-1785 Mhz sebagai frekuensi up-link dan frekuensi 1805-1880 Mhz sebagai frekuensi downlink. GSM dengan frekuensi yang baru ini kemudian dikenal dengan sebutan GSM 1800, di mana tersedia bandwith sebesar 75 Mhz ( 1880 – 1805 = 1785 – 1710 = 75 Mhz). Dengan lebar kanal yang tetap sama, yaitu 200 Khz, pada saat GSM pada frekuensi 900 Mhz, maka pada GSM 1800 ini tersedia 375 kanal. Di Eropa, standar GSM kemudian juga digunakan untuk komunikasi railway, yang kemudian dikenal dengan nama GSM-R.
- ARSITEKTUR JARINGAN GSM
Secara umum, elemen jaringan dalam arsitektur jaringan GSM dapat dibagi menjadi ;
- Mobile station ( MS); merupakan perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk melakukan pembicaraan. MS ini terdiri atas:
- Mobile Equipment ( ME) atau handset, merupakan perangkat GSM yang berada di sisi pengguna atau pelanggan yang berfungsi sebagai terminal transceiver ( pengirim dan penerima sinyal ) untuk berkomunikasi dengan perangkat GSM lainnya.
- Subscriber Identity Module ( SIM) atau SIM Card, merupakan kartu yang berisi seluruh informasi pelanggan dan beberapa informasi pelayana. ME tidak akan dapat digunakan tanpa SIM di dlamanya, kecuali untuk panggilan darurat.
- IMMSI ( International Mobile Subscriber Identity ), merupakan penomoran pelanggan.
- MSISDN ( Mobile Subscriber ISDN ), nomor yang merupakan nomor panggilan pelanggan.
- Base Station Sub-system ( BSS ), Base Transceiver Station ( BTS ), perangkat GSM yang berhubungan langsung dengan MS dan berfungsi sebagai pengirim dan penerima sinyal. Base Station Controller ( BSC ), perangkat yang mengontrol kerja
BTS-BTS yang berada di bawahnya dan sebagai penghubung BTS dan MSC.
- Network Sub-System ( NSS ); yang terdiri atas;
- Mobile Switching Center ( MSC ), merupakan sebuah pusat elemen jaringan dalam sebuah jaringan GSM. MSC sebagai inti dari jaringan selular, di mana MSC berperan untuk interkoneksi hubungan pembicaraan, baik antarselular maupun dengan jaringan kabel PTSN, ataupun dengan jaringan data.
- Home Location Register ( HLR ), berfungsi sebagai sebuah database untuk menyimpan semua data dan informasi mengenai pelanggan agar tersimpan secara permanen.
- Visitor Location Register ( VLR ), berfungsi untuk menyimpan data dan informasi pelanggan.
- Authentication Center ( AuC), yang diperlukan untuk menyimpan semua data yang dibutuhkan untuk memeriksa keabsahaan pelanggan sehingga pembicaraan pelanggan yang tidak sah dapat dihindarkan.
- Equipment Identity Registration ( EIR ), yang memuat data-data pelanggan.
- Operation and support System ( OSS ): merupakan subsistem jaringan GSM yang berfungsi sebagai pusat kendali, di antaranya manajemen kesalahan, manajemen konfigurasi, manajemen performansi dan manajemen inventori.
GSM, sebagai system telekomunikasi selular digital, memiliki keunggulan yang jauh lebih banyak disbanding system analog, di antaranya:
- Kapasitas system lebih besar karena menggunakan teknologi dgital di mana sebuah kanal tidak hanya diperuntukkan bagi satu pengguna sehingga saat pengguna tidak mengirimkan informasi maka kanal itu dapat digunakan oleh pengguna lain.
- Sifatnya sebagai standar Internasional memungkinkan roaming internasional.
- Teknologi digital tidak hanya mengantarkan suara, tetapi juga memungkinkan layanan lain seperti teks, gambar, dan video.
- Keamanan system yang lebih baik.
- Kualitas suara lebih jernih dan peka.
Keunggulan GSM yang beragam membuatnya menjadi system telekomunikasi selulat terbesar penggunanya di deluruh dunia.
- CDMA ( CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS )
Masalah yang dihadapi komunkasi selular adalah semakin banyaknya jumlah pengguna, yang selalu bertambah setiap hari. Pertambahan ini tentu tidak bisa dilayani karena pita frekuensi yang terbatas. Untuk mengatsi masalah ini harus dicari cara untuk meningkatkan kapasitas layanan tanpa harus mengurangi kualitas pelayanan secara berlebihan.
System selular sekarang ini menggunakan kanal dengan pita 30 Khz untuk setiap kanalnya. Sistem ini dikenal sebagai system FDMA ( Frequency Division Multiple Access ). Untuk memaksimalkan kapasitas, sisitem selular FDMA menggunakan antena berarah dan system re-use frekuensi yang rumit.
Untuk meningkatkan kapasitas maka digunakan system akses jamak digital yang disebut TDMA ( Time Division Multiple Access ). Sistem ini menggunakan kanal dan frekuensi guna ulang yang sama dengan FDMA dengan tambahan elemen time sharing. Setiap kanal dipakai bersama oleh beberapa pengguna menurut slot waktu masing-masing.
Sedangkan CDMA ( Code Division Multiple Access ) merupakan teknik akses jamak berdasarkan teknik komunikasi spektrum sebar pada kanal frekuensi dan waktu yang sama digunakan kode-kode yang unik untuk mengidentifikasikan masing-masing pengguna.
CDMA menggunkan kode korelatif untuk membedakan satu pengguna dengan yang lain. Sinyal CDMA pada penerima dipisahkan dengan menggunakan sebuah korelator yang hanya melakukan proses pengumpulan spektrum pada sinyal yang sesuai. Sinyal lain yang kodenya tidak cocok, tidak dikumpulkan dengan akibat sinyal tersebut hanya menjadi interferensi noise.
- MASALAH CDMA DALAM KOMUNIKASI SELULAR
Masalah penerapan CDMA dalam komunikasi selular di antaranya adalah;
- Near-far. Masalah ini terjadi karena semua sinyal dipancarkan pada pite frekuensi yang sama dan dalam waktu yang bersamaan sehingga daya dari mobile station yang lebih kuat akan menutupi daya dari mobile station yang lebih lemah. Masalah ini dapat diatasi dengan penggunaan control daya dinamis untuk menyamakan tingkat sinyal yang diterima. Jadi untuk system selular CDMA, daya pancar mobile station harus dapat dikontrol. Apabila semua sinyal tiba dengan level daya yang sama maka akan diperoleh kapasitas system maksimum untuk perbandingan sinyal terhadap interferensi tertentu.
- Multipath Fading. Pada umumnya sinyal yang sampai ke antena penerima mobile station tidak hanya berasal dari sinyal lintasan langsung tetapi juga dari lintasasn pantul. Jadi sinyal yang sampai merupakan hasil penjumlahan dari banyak sinyal. Karena panjang setiap lintasan tidak sama maka masing-masing sinyal mengalami penundaan yang berbeda sehingga informasi akan mengalami delay spread. Efek lain dari multipath adalah akibat dari pergerakan mobile station yang menyebabkan frekuensi sinyal terima bergeser dari frekuensi asal. Besarnya pergeseran nilai frekuensi ini merupakan fungsi dari arah gerak dan kecepatan mobile station.
- Rake receiver untuk peningkatan performansi. Dengan adanya multipath maka akan diperoleh tanbahan noise pada system apabila delay spread lebih besar dari waktu chip. Peningkatan performansi dapat dilakukan apabila lintasan-linyasn yang tiba pada penerima dapat dideteksi secara terpisah dan kemudian digabungkan secara koheren. Penerima seperti ini disebut sebagai rake receiver.
- KEUNTUNGAN CDMA
Teknologo CDMA memiliki berbagai keuntungan jika diaplikasikan dalam system seluler. Keuntungan tersebut antara lain:
- Multi-diversitas : Hanya membutuhkan satu radio untuk beberapa sektor/sel. Deversitas adalah usaha untuk mengurangi fading. Ada tiga tipe diversitas yang sering digunakan, yaitu :
- Diversitas waktu : dapat dilakukan dengan jalan interleaving dan koreksi kesalahan.
- Diversitas frekuensi : dapat dilakukan dengan spectrum tersebar pada pita frekuensi yang jauh lebih besar.
- Diversitas ruang : dapat diperoleh dari tiga cara, di antaranya adalah :
- Multiple sinyal dari dua atau lebih daerah sel ( soft handoff ).
- Dengan menggunakan rake receiver yang memungkinkan sinyal yang tiba dengan delay propagasi yang berbeda dapat diterima secara terpisah untuk kemudian digabungkan.
- Multiple antenna pada daerah sel.
- Daya pancar yang rendah : yang menyebabkan berkurangnya biaya dan memungkinkan mobile station dengan daya rendah beroperasi pada jarak yang lebih jauh disbanding pada analog atau TDMA dengan level daya yang sama. Hal ini juga meningkatkan kemampuan pencakupan sel yang juga berarti pengurangan jumlah sel yang dibutuhkan untuk mencakup wilayah tertentu.
- Keamanan : memiliki proteksi dari proses penyadapan, karena system CDMA kebal terhadap cross-talk. Akan membutuhkan semua computer yang pernah dibuat oleh manusia di atas bumi untuk memecahkan kode dari satu setengah percakapan dalam system CDMA.
- Soft Handoff atau soft handover adalah salah satu inovasi mobilitas yang mungkin dilakukan dengan teknologi CDMA. Hal ini berkaitan dengan teknik atau pemindahan dari satu sel ke sel yang lain tanpa memutuskan hubungan radio. Di dalam teknologi TDMA dan system analog, setiap pancaran sel pada frekuensinya sendiri, berbeda dengan sel-sel tetangganya. Jika sebuah perangkat bergerak telah mencapai batas sel yang melayani panggilan sekarang maka dapat dipastikan akan memutus hubungan radio dan harus secepatnya menyesuaikan dengan salah satu frekuensi sel tetangganya di mana panggilan telah dipindahkan oleh jaringan dikarenakan perpindahan lokasi dari peralatan bergerak tersebut. Jika peralatan bergerak tersebut tidak dapat menyesuaikan dengan frekuensi barunya dalam sekejap maka panggilan akan diputus.
Di dalam system CDMA, pada satu set tetangganya, semua menggunakan frekuensi yang sama untuk transmisi dan sel yang berbeda ( atau base station ) dalam arti adalah sebuah nomor yang disebut PN offset. Di saat time offset, dari permulaan sekuen noise pseudorandom yang diketahui dimana digunakan untuk menyebarkan sinyal dari stasiun basis. Karena semua sel berada pada satu frekuensi, mendengarkan BTS yang berbeda sekarang menjadi tantangan dalam pemrosesan sinyal digital berbasis offset dari sekuen PN, bukan transmisi RF dan berdasarkan penerimaan pada frekuensi terpisah. Apabila handphone CDMA menjelajah melalui jaringan, ia mengenali offset PN dari sel bertetangga dan melaporkan setiap kekuatan setiap sinyal kembali ke sel acuan dari hubungan percakapan ( biasanya sel yang terkuat ). Jika sinyal dari sebuah sel bertetangga cukup kuat, perangkat bergerak tersebut akan dihubungakn langsung pada add a leg-call-nya dan mulai mentransmisikan dan menerima ke dan dari sel baru dalam arti ke sel ( atau sel-sel ) panggilan yang baru saja yang digunakan.
Begitu juga jika sebuah sinyal sel melemah maka handset akan secara langsung diputus hubungannya. Dengan hasil ini handset dapat bergerak dari sel ke sel dan menambang dan membuang jika perlu dengan tujuan untuk menjaga panggilan tanpa memutuskan hubungan. Dalam praktiknya ada batasan-batasan frekuensi, sering antara sinyal pembawa yang berbeda atau subjaringan. Pada keadaan ini handset CDMA akan menggunakan jalan yang sama seperti dalam TDMA atau analog dan melakukan perpindahan yang ektrem dimana hal ini akan memutus hubungan dan mencoba mengambil frekuensi baru di mana ia baru saja mati.
- Kapasitas : Pada pengulangan frekuensi seluler, interferensi dapat diterima dengan tujuan meningkatkan kapasitas. Sifat CDMA yang lebih memberikan toleransi pada interferensi membuat pengulangan frekuensi dapat dilakukan secara efektif.
- Deteksi Aktivitas Suara : Pada komunikasi full duplex dua arah, aktivitas percakapan biasanya hanya sekitar 40%. Sisa waktu lainnya dapat dipakai untuk mendengar.
- Peningkatan kapasitas dengan sektorasi : pada FDMA dan TDMA, sektorasi dilakukan untuk mengurangi interferensi. Sebagai akibatnya, efisiensi pengemasan dari kanal yang dibagi pada setiap sector jadi menurun. Pada CDMA, sektorisasi digunakan untuk meningkatkan kapasitas. Dengan membagi sel menjadi tiga sector maka diperoleh kapasitas hamper tiga kalinya.
- Soft Capasity. Pada system seluler sekarang, spectrum yang ada dibagi-bagi oleh sel. Misalnya, pada system FM analog, tiga sector maksimum berisi 57 kanal. Apabila permintaan akan pelayanan meningkat, pemanggil 58 harus diberi sinyal sibuk. Tidak ada cara yang dilakukan untuk menambah satu sinyalpun saat semua kanal terpakai.pada system CDMA, hubungan antara jumlah pengguna dengan tingkat layanan tidak begitu tajam. Sebagai contoh,operator dari system dapat mengizinkan meningkatnya kecepatan bit kesalahansampai batas tertentu yang dengan demikian terjadi peningkatan jumlah pelanggan yang dapat dilayani selama jam tersibuk. Kemampuan ini sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya pemutusan pembicaraan pada proses hand-off, karena kurangnya kanal. Pada CDMA panggilan tetap dapat dilayani dengan peningkatan kecepatan bit kesalahan yang masih dapat diterima sampai panggilan lain berakhir.
KESIMPULAN
Teknologi jaringan nirkabel sebenarnya terbentang luas mulai dari komunikasi suara sampai dengan jaringan data, yang mana membolehkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel pada suatu jarak tertentu. Ini termasuk teknologi infrared, frekuensi radio dan lain sebagainya. Peranti yang umumnya digunakan untuk jaringan nirkabel termasuk di dalamnya adalah komputer, komputer genggam, PDA, telepon seluler, tablet PC dan lain sebagainya. Teknologi nirkabel ini memiliki kegunaan yang sangat banyak. Contohnya, pengguna bergerak bisa menggunakan telepon seluler mereka untuk mengakses e-mail. Sementara itu para pelancong dengan laptopnya bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang di bandara, kafe, kereta api dan tempat publik lainnya. Di rumah, pengguna dapat terhubung ke desktop mereka (melalui bluetooth) untuk melakukan sinkronisasi dengan PDA-nya.
PENUTUP
Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan dalam penyusunan makalah ini tidak terlepas dari kesempurnaan ,maka saya selaku penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
- Analisis perbandingan,Husni Safruddin, FT UI., 2009
- Dony Aryus dan Rum Andri K.R. , Komunikasi Data , Penerbit Andi, Yogyakarta, 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar